
Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026
Kegagalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam memenuhi target kualifikasi Piala Dunia 2026 mengakhiri harapan jutaan penggemar sepak bola Tanah Air. Kekalahan 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada dini hari WIB Minggu lalu menjadi titik akhir perjalanan Garuda di babak kualifikasi zona Asia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Gol tunggal yang dicetak oleh Zidane Iqbal pada menit ke-75 menjadi pembeda pertandingan. Sepakan mendatarnya berhasil melewati kiper Ernando Ari, yang tidak mampu menghalangi bola masuk ke gawang. Hasil ini membuat Indonesia terpuruk di dasar klasemen Grup B dengan nol poin dari dua laga. Hal ini secara otomatis menghapus peluang mereka untuk melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Sementara itu, kemenangan ini membuka jalan bagi Irak untuk melanjutkan perjalanan menuju Piala Dunia. Dengan tiga poin, mereka kini berada di posisi kedua grup. Tim yang memimpin klasemen Grup B akan langsung lolos ke Piala Dunia, sementara peringkat kedua masih harus berjuang melalui putaran kelima kualifikasi.
Sebelumnya, Indonesia juga kalah dari Arab Saudi dengan skor 2-3. Dua kekalahan beruntun membuat perjalanan skuad Garuda semakin berat. Pelatih Patrick Kluivert mencoba membangun tim dengan kombinasi pemain muda dan naturalisasi, tetapi lawan seperti Irak tampil lebih solid dan disiplin.
Meski kalah, Indonesia sempat menunjukkan performa menjanjikan di babak pertama. Beberapa peluang berbahaya tercipta, namun sayangnya belum berbuah gol:
- Thom Haye hampir membuka skor pada menit ke-9 lewat tembakan keras yang melenceng tipis dari gawang Irak.
- Lima menit kemudian, Haye kembali memberi umpan tarik ke Mauro Zijlstra, tetapi bek Irak sigap menutup ruang tembak.
- Di menit ke-15, sundulan Zijlstra dari situasi sepak pojok menyamping tipis.
- Pada menit ke-33, Eliano Reinders mendapat ruang tembak di depan kotak penalti, tetapi sepakannya gagal menemui sasaran.
- Tendangan bebas Dean James di akhir babak pertama membuat kiper Irak bekerja keras, tetapi bola melebar di sisi kiri gawang.
Skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum. Babak pertama menunjukkan dominasi serangan yang silih berganti dari kedua kesebelasan.
Memasuki babak kedua, Irak mulai mengambil inisiatif. Serangan mereka lebih rapi dan menekan pertahanan Indonesia dari sektor sayap. Youssef Amyn hampir membawa Irak unggul di menit ke-58, tapi tendangannya masih melenceng dari gawang Ernando Ari.
Indonesia membalas lewat serangan balik cepat di menit ke-65. Sepakan mendatar Kevin Diks masih mampu diamankan kiper Irak. Irak akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-75 melalui aksi Zidane Iqbal. Tendangan mendatarnya bersarang di pojok gawang, membawa Irak unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Indonesia yang sebenarnya tampil cukup solid hingga pertengahan babak kedua. Patrick Kluivert mencoba memasukkan tenaga segar untuk mengejar ketertinggalan, namun lini depan Indonesia tetap tumpul. Ole Romeny dan kolega berupaya keras menembus pertahanan Irak, tetapi koordinasi di lini depan kurang efektif.
Drama sempat terjadi di masa tambahan waktu ketika bek Irak, Zaid Tahseen, diusir wasit usai menerima kartu kuning kedua. Meski unggul jumlah pemain, Indonesia tetap gagal mencetak gol penyeimbang hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan 0-1 ini memperpanjang catatan buruk Indonesia saat menghadapi tim-tim Asia Barat di kualifikasi Piala Dunia. Para suporter di tanah air pun mengungkapkan kekecewaan mendalam di media sosial, meski tetap memberi apresiasi atas semangat juang tim.
Analis menilai Indonesia masih membutuhkan waktu untuk membangun konsistensi permainan di level Asia, terutama dalam transisi bertahan-menyerang. Beberapa pengamat juga menyebut Kluivert perlu menata kembali strategi lini tengah agar distribusi bola lebih efisien.
Meski peluang ke Piala Dunia 2026 telah tertutup, perjuangan skuad Garuda belum berakhir dalam rangka pembentukan tim masa depan. Timnas Indonesia kini diharapkan menjadikan kekalahan dari Irak sebagai pelajaran berharga untuk membangun mental dan karakter juara.
Mimpi Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 memang kandas, tetapi semangat Garuda tak boleh padam di tengah kegagalan ini. Kekalahan dari Irak menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju panggung dunia masih panjang, namun bukan berarti mustahil. Dengan evaluasi menyeluruh dan pembinaan berkelanjutan, Indonesia masih punya peluang bangkit di masa depan untuk kembali mengejar mimpi Piala Dunia.
Komentar
Kirim Komentar