Indofarma (INAF) Tunggu Dana Danantara untuk Pemulihan

Indofarma (INAF) Tunggu Dana Danantara untuk Pemulihan

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Indofarma (INAF) Tunggu Dana Danantara untuk Pemulihan, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


PT Indofarma Tbk (INAF) masih menunggu kepastian dana yang akan disuntikkan oleh Danantara sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penguatan fundamental perusahaan. Proses pengajuan pendanaan ini telah dijalin dengan PT Bio Farma (Persero), yang menjadi holding BUMN farmasi. Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap kajian di Danantara.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, menyatakan bahwa perseroan telah mengirimkan berbagai kajian pendukung untuk mendukung pengajuan pendanaan tersebut. Kajian ini mencakup rencana kerja, portofolio produk, serta kepastian pasar yang menjadi dasar penguatan kinerja Indofarma di masa depan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bio Farma selaku holding. Kami telah menyampaikan kajian-kajian, produk-produk, rencana kerja, serta kepastian pasar. Dari sisi kami, apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan suntikan dana sebetulnya sudah cukup, saat ini masih diproses di Danantara,” ujar Sahat saat public expose, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, Indofarma berharap suntikan dana tersebut dapat segera terealisasi agar bisa dimanfaatkan untuk mendukung program kerja perseroan, terutama dalam rangka melanjutkan restrukturisasi kinerja sesuai perjanjian homologasi.

Sahat menjelaskan, dukungan pendanaan dari Danantara diharapkan menjadi katalis penting dalam mempercepat pemulihan operasional dan memperkuat struktur keuangan Indofarma.

Perseroan saat ini juga terus menjalankan program transformasi sumber daya manusia serta efisiensi belanja modal dan operasional agar kinerja pada 2026 dapat lebih solid.

“Untuk tahun depan, kami sudah melakukan transformasi SDM sehingga struktur biaya menjadi lebih efisien, baik dari sisi capex maupun opex. Dengan dukungan pendanaan dan efisiensi yang berjalan, kami optimistis kinerja perseroan akan semakin membaik,” kata Sahat.

Sebelumnya, Indofarma menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 112% pada 2026 dibandingkan prognosis 2025, seiring kelanjutan restrukturisasi dan dukungan dari holding BUMN farmasi.

Manajemen menilai suntikan dana dari Danantara akan menjadi salah satu faktor pendukung penting untuk merealisasikan target tersebut secara berkelanjutan.

Langkah-Langkah Pemulihan dan Penguatan Kinerja

Indofarma tengah melakukan beberapa langkah strategis untuk memperkuat posisi bisnisnya. Berikut adalah beberapa hal yang sedang dilakukan:

  • Pengajuan Dana: Perseroan sedang menunggu kepastian dana dari Danantara sebagai bagian dari upaya pemulihan.
  • Koordinasi dengan Holding: Indofarma telah berkoordinasi dengan Bio Farma selaku holding BUMN farmasi untuk memastikan kesiapan pendanaan.
  • Rencana Kerja dan Portofolio Produk: Perseroan telah menyusun berbagai kajian terkait rencana kerja dan portofolio produk yang akan digunakan sebagai dasar pengajuan pendanaan.
  • Efisiensi Biaya: Perseroan fokus pada efisiensi belanja modal dan operasional untuk meningkatkan kinerja keuangan.
  • Transformasi SDM: Program transformasi sumber daya manusia telah dilakukan untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan produktivitas.

Dengan berbagai langkah tersebut, Indofarma berharap mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan yang ditetapkan untuk tahun 2026. Dukungan pendanaan dari Danantara diharapkan menjadi katalis utama dalam mewujudkan rencana tersebut secara berkelanjutan.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar