
Kegagalan Ganda Indonesia di BWF World Tour Finals 2025
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, ganda putra Indonesia, mengakhiri perjalanan mereka di BWF World Tour Finals 2025 dengan kekalahan. Pertandingan yang digelar di Hangzhou, Tiongkok, pada Jumat (19/12/2025) menjadi momen penutup bagi pasangan ini di fase grup.
Pada pertandingan terakhir Grup B, Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang. Mereka kalah dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 14-21. Hasil ini memperkuat posisi mereka sebagai satu-satunya pasangan yang tidak meraih kemenangan dalam fase grup.
Kondisi Awal yang Membingungkan
Sebelum pertandingan, Fajar/Fikri berada dalam situasi wajib menang straight game (2-0) untuk membuka peluang lolos ke semifinal. Namun, langkah mereka terhambat sejak awal. Gim pertama berjalan ketat, dengan Fajar/Fikri sempat memimpin 11-9. Mereka mencoba mengambil inisiatif sejak awal, tetapi Liang/Wang mampu meningkatkan tempo permainan dan membalikkan keadaan.
Pasangan China tampil lebih konsisten pada poin-poin krusial dan menutup gim pertama dengan skor 17-21. Kekalahan ini sekaligus menutup peluang matematis Fajar/Fikri untuk melaju ke semifinal, karena syarat wajib menang dua gim langsung tidak terpenuhi.
Perjuangan di Gim Kedua
Meski peluang lolos sudah tertutup, Fajar/Fikri tetap berusaha memberikan perlawanan pada gim kedua. Skor sempat berjalan berimbang di awal hingga pertengahan gim, termasuk saat kedudukan 10-10 dan 13-13. Namun, Liang/Wang kembali menunjukkan ketenangan dan efektivitas di poin-poin akhir.
Mereka meraih rangkaian poin penting untuk menjauh dan akhirnya menutup gim kedua dengan skor 14-21. Hasil ini membuat Fajar/Fikri menutup fase grup BWF World Tour Finals 2025 tanpa satu pun kemenangan.
Posisi di Grup B
Sebelumnya, Fajar/Fikri juga kalah dari pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, serta ganda India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Kekalahan beruntun tersebut menempatkan Fajar/Fikri di posisi terbawah klasemen Grup B.
Sementara itu, kemenangan atas Fajar/Fikri membantu Liang/Wang mengamankan posisi di dua besar dan menjaga peluang melaju ke semifinal. Pasangan China ini berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu kandidat kuat di turnamen ini.
Evaluasi dan Pelajaran
Kegagalan Fajar/Fikri di BWF World Tour Finals 2025 menjadi evaluasi penting bagi mereka. Meskipun tampil cukup baik di beberapa babak, mereka gagal mempertahankan konsistensi di pertandingan krusial. Kekalahan dari lawan-lawan tangguh seperti Malaysia dan India menunjukkan bahwa mereka masih perlu meningkatkan performa untuk bersaing di level tertinggi.
Dari sisi strategi, Fajar/Fikri perlu memperbaiki kemampuan mereka dalam menghadapi pasangan yang lebih konsisten dan stabil. Selain itu, mereka juga perlu meningkatkan fokus di poin-poin krusial agar bisa menghindari kekalahan yang tidak perlu.
Harapan untuk Masa Depan
Meskipun hasil di BWF World Tour Finals 2025 tidak sesuai harapan, Fajar/Fikri tetap memiliki potensi besar untuk bangkit. Dengan pengalaman yang didapat, mereka bisa menggunakan kegagalan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan bersaing di turnamen internasional berikutnya.
Pelatih dan tim pelatihan Indonesia juga perlu memberikan dukungan yang lebih maksimal agar Fajar/Fikri bisa kembali tampil optimal di kompetisi berikutnya. Dengan kerja keras dan persiapan yang matang, ganda putra Indonesia bisa kembali menjadi andalan di kancah bulu tangkis global.
Komentar
Kirim Komentar