Gurindam Dua Belas Jadi Kenangan Nasional untuk Generasi Muda Lingga

Gurindam Dua Belas Jadi Kenangan Nasional untuk Generasi Muda Lingga

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Gurindam Dua Belas Jadi Kenangan Nasional untuk Generasi Muda Lingga, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.

Peran Gurindam Dua Belas dalam Pelestarian Budaya Melayu

Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, ada satu warisan lama yang justru semakin relevan, yaitu Gurindam Dua Belas. Bukan sekadar kumpulan bait puisi klasik, karya monumental Raja Ali Haji ini kembali diperkenalkan kepada pelajar dan mahasiswa oleh Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kabupaten Lingga, pada Kamis (18/12/2025), di sekretariat mereka.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kegiatan ini digelar tidak lama setelah Gurindam Dua Belas ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta pada 10 Desember 2025. Penetapan itu seolah menjadi alarm pengingat bahwa warisan besar ini tidak cukup disimpan di lemari sejarah, tetapi perlu terus dibaca, dipahami, dan dihidupkan.

Untuk urusan itu, LAM Lingga menghadirkan Hanafi Ekra, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, sebagai pembicara utama. Kehadirannya dinilai selaras dengan kepedulian terhadap pelestarian budaya di Lingga. Sejumlah tokoh adat turut hadir, begitu pula perwakilan Pemerintah Kabupaten Lingga yang diwakili Asisten I.

Ketua LAM Lingga, Dato’ Wira Setia Utama Drs. Azmi, menegaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang sebagai jembatan antara generasi muda dan kearifan Melayu yang kerap terdengar jauh, padahal dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran kearifan Melayu, pengokoh karakter dan jadi diri bangsa yang berbudi dan pekerti luhur di tengah besarnya pengaruh teknologi yang serba canggih,” katanya di hadapan sekitar 60 peserta.

Nilai-nilai Gurindam Dua Belas yang Masih Relevan

Dalam pemaparannya, Hanafi Ekra mengingatkan bahwa Gurindam Dua Belas bukan sekadar teks sastra yang indah dibaca, tetapi pedoman hidup yang bisa terus diaktualisasikan. Nilai dan filosofi di dalamnya, menurut dia, masih sangat relevan untuk menjawab persoalan zaman.

“Gurindam Dua Belas itu adalah panduan, pedoman pokok bagi semua ceruk kehidupan manusia. Ia berlandaskan pada sendi-sendi agama yang jelas suruh dan tegah-Nya,” ujar Hanafi.

Ia pun berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dan terprogram dengan baik.

Pandangan senada disampaikan Asisten I Pemkab Lingga yang mewakili Bupati Lingga. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan global, nilai-nilai dalam Gurindam Dua Belas dinilai bisa menjadi semacam pagar kultural.

“Ini adalah upaya baik untuk menangkal pengaruh-pengaruh negatif. Dengan memahami nilai-nilai ini, kaum muda harus mampu memilih dan memilah mana yang patut dipakai dan mana yang harus ditinggalkan,” ujarnya.

Pentingnya Memahami Warisan Budaya

Di titik inilah Gurindam Dua Belas menemukan relevansinya kembali. Ia tidak menolak zaman, tetapi memberi kompas agar generasi muda tak kehilangan arah. Dari ruang sekretariat LAM Lingga, pesan lama itu kembali berangkat, kebijaksanaan bisa lahir dari masa lalu, asalkan terus diajak bicara oleh masa kini.

Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat identitas budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda. Dengan memahami dan meresapi nilai-nilai yang terkandung dalam Gurindam Dua Belas, para pemuda diharapkan mampu menjadi individu yang lebih bijaksana, berbudi, dan memiliki karakter yang kuat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat, sehingga dapat membangun kolaborasi yang lebih erat dalam melestarikan warisan budaya.

Dengan demikian, Gurindam Dua Belas tidak hanya menjadi bacaan klasik, tetapi juga menjadi panduan hidup yang bisa diadopsi dalam kehidupan modern. Melalui penyebaran dan pemahaman yang lebih luas, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam karya ini dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Gurindam Dua Belas Jadi Kenangan Nasional untuk Generasi Muda Lingga. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar