
Gempa Bumi di Tenggara Lembata, NTT
BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) merilis informasi terkini mengenai gempa bumi yang terjadi di wilayah tenggara Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin 27 Oktober 2025. BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang bertugas untuk mengamati dan menganalisis berbagai fenomena meteorologi, klimatologi, serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Wilayah Lembata yang diguncang gempa hari ini merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi NTT. Wilayah ini berada di Pulau Lembata, yang merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Solor, yang terletak antara Pulau Flores dan Pulau Alor.
Menurut rilisan BMKG, gempa Lembata memiliki magnitudo 3.8. Magnitudo gempa adalah ukuran besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi, yang dihitung secara ilmiah menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Waktu terjadinya gempa bumi sekira pukul 03:00:54 WIB.
Titik koordinat gempa terkini berada di 9.02 LS, 123.95 BT. Pusat gempa terkini berada 79 km di tenggara Lembata. Informasi BMKG juga menyebutkan bahwa gempa terjadi di kedalaman 44 Km.
BMKG memberikan informasi tambahan mengenai skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk menilai dampak gempa. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Komentar
Kirim Komentar