Galon Air Tua Masih Digunakan, KKI dan BPKN Buka Saluran Pengaduan

Galon Air Tua Masih Digunakan, KKI dan BPKN Buka Saluran Pengaduan

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Galon Air Tua Masih Digunakan, KKI dan BPKN Buka Saluran Pengaduan, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Masalah Galon yang Tidak Layak dan Dampaknya pada Kesehatan

Banyak galon air minum yang sudah berusia lebih dari dua tahun dan tampak kusam masih beredar di pasaran. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas air yang dikonsumsi oleh masyarakat. Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) bersama Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Republik Indonesia (RI) memberikan peringatan penting tentang hak konsumen untuk menolak galon yang tidak layak guna menjaga kesehatan dan keselamatan.

Hak Konsumen untuk Memilih Galon yang Layak

Ketua KKI David Tobing menegaskan bahwa konsumen tidak perlu ragu dalam memilih galon yang layak saat menerima pengiriman air minum. Ia juga menyebutkan adanya praktik di lapangan yang kurang adil, yaitu harga galon lama dan baru tetap sama. Hal ini membuat konsumen memiliki hak untuk memilih galon yang lebih segar dan layak.

"Kepada konsumen, kami menyerukan bahwa mereka memiliki hak untuk memilih. Karena harganya sama, galon baru dan galon tua itu harganya sama," ujar David dalam siaran pers yang diterima aiotrade, Jumat (19/12/2025).

David menambahkan, konsumen berhak menolak dan meminta galon baru jika menerima galon yang kondisinya tidak layak. Hal ini penting untuk menjaga kualitas air minum yang dikonsumsi.

"Jadi, konsumen berhak menolak, minta yang baru. Itu yang paling penting," katanya.

Bahaya dari Galon yang Kusam

Masalah galon kusam bukan hanya sekadar soal tampilan. Galon yang kusam menandakan penurunan kualitas plastik yang berpotensi melepas zat berbahaya. David menjelaskan bahwa galon yang lebih buram dan kusam warnanya berisiko menimbulkan bahaya atau penyakit.

KKI bahkan menemukan galon dengan kode produksi mulai 2012 hingga 2016 masih digunakan di wilayah Jabodetabek. Karena itu, konsumen diimbau untuk memeriksa kondisi fisik dan kode produksi galon yang diterima. Pemeriksaan kode produksi dapat membantu konsumen memastikan usia galon yang digunakan.

"Yang kedua ceklah kode produksinya," ucap David.

Kanal Pengaduan untuk Konsumen

Untuk menindaklanjuti temuan di lapangan, KKI membuka kanal pengaduan resmi. Konsumen dapat menyampaikan keluhan terkait kondisi galon yang diterima melalui kanal tersebut.

"Kami Komunitas Konsumen Indonesia membuka kanal pengaduan di website kami yang mana nantinya kami akan membuat satu periode pengaduan dari berbagai kota," jelas David.

BPKN pun turut membuka hotline khusus untuk menerima laporan konsumen. Anggota BPKN Fitrah Bukhari menyebut, konsumen bisa langsung melapor jika menerima galon yang tidak layak.

Fitrah menjelaskan, jika konsumen mendapatkan galon yang sudah tua, mereka dapat mengajukan pengaduan ke BPKN melalui call center. Layanan ini untuk membantu konsumen mendapatkan hak mereka.

"Kalau misalnya nanti dikasih galon oleh penjualnya galon yang 'manula' begitu, bisa mengajukan juga ke BPKN di call center di 08153 153 153," ujarnya.

Fitrah menegaskan, apabila ada penolakan dari penjual atau distributor, konsumen dapat mengadukan ke BPKN melalui kanal resminya. Pengaduan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan perlindungan konsumen.

"Jika ada penolakan-penolakan seperti tadi itu bisa mengadukan juga ke BPKN di kanal resminya," kata Fitrah.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

KKI dan BPKN berharap, keberanian konsumen menolak galon yang tidak layak akan membantu menekan peredaran galon yang sudah tua. Langkah ini sekaligus mendorong produsen untuk menjaga standar kualitas demi kesehatan masyarakat. Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, masyarakat dapat memastikan bahwa air minum yang dikonsumsi tetap aman dan berkualitas.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar