FK Umuslim dan IDI Bireuen Berikan Obat untuk Pengungsi

FK Umuslim dan IDI Bireuen Berikan Obat untuk Pengungsi

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait FK Umuslim dan IDI Bireuen Berikan Obat untuk Pengungsi, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
FK Umuslim dan IDI Bireuen Berikan Obat untuk Pengungsi

Tim Medis Gabungan Berikan Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Banjir Bandang

Di tengah situasi darurat akibat banjir bandang, sebuah inisiatif kolaboratif antara berbagai pihak terkait telah dilakukan untuk memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi. Tim medis gabungan yang dikoordinasi oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim (Umuslim) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bireuen turun langsung ke lokasi pengungsian guna menyalurkan bantuan kesehatan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kegiatan ini dilaksanakan di posko pengungsian Gudang Pinang Nek Bah, Gampong Raya Dagang, Peusangan, pada Jumat (19/12/2025). Dalam pantauan aiotrade, belasan kardus berisi obat-obatan disiapkan sebagai bagian dari upaya penanggulangan kesehatan. Puluhan dokter dan tenaga medis terlihat sigap melayani pasien dari 22 baita pengungsi yang dihuni oleh berbagai kelompok usia.

Pengungsi tersebut terdiri dari 232 anak-anak, 250 remaja, 530 orang dewasa, 180 lansia, serta 10 ibu hamil dan 16 ibu menyusui. Tim medis ini melibatkan berbagai instansi lintas sektor seperti FK Umuslim, IDI Bireuen, Dikti Saintek Berdampak, Dinas Kesehatan Bireuen, kampus wakaf, serta relawan kesehatan lainnya.

Dekan FK Umuslim sekaligus Ketua IDI Bireuen, dr Zumirda Sp.B, FINACS, FICS, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kesehatan dan memberikan obat kepada pengungsi. Ia menyebutkan bahwa tim medis turun lengkap dengan dokter spesialis, perawat, relawan, dan unsur lainnya. Menurutnya, tim benar-benar disiapkan untuk menyentuh kebutuhan fisik maupun mental pengungsi.

Meski membawa obat dalam jumlah besar, persediaan masih terbatas sehingga pihaknya berharap ada tambahan bantuan. Beberapa keluhan kesehatan yang diantisipasi antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), radang paru-paru, infeksi mata, penyakit kulit, cacingan, demam, batuk, pilek, serta gangguan jantung dan kesehatan jiwa.

Untuk aspek psikososial, tim juga melibatkan rohaniawan agar dapat memberikan dukungan emosional kepada pengungsi. Hal ini penting mengingat kondisi pengungsi yang sedang mengalami tekanan psikologis akibat bencana alam.

Berbagai Jenis Obat yang Disiapkan

Tim medis membawa berbagai jenis obat yang dibutuhkan oleh pengungsi, termasuk obat untuk mengatasi gejala umum seperti demam, batuk, dan pilek. Selain itu, obat anti-inflamasi dan antibiotik juga disiapkan untuk menangani infeksi yang mungkin terjadi akibat kondisi lingkungan yang tidak ideal.

Adapun obat untuk penyakit kulit dan infeksi mata juga tersedia, karena kemungkinan tinggi terjadinya gangguan kesehatan kulit akibat kontak dengan air yang tercemar. Untuk pengungsi lanjut usia, obat untuk gangguan jantung dan tekanan darah juga disiapkan.

Keterlibatan Relawan dan Instansi Lintas Sektor

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Selain FK Umuslim dan IDI Bireuen, partisipasi aktif juga datang dari Dikti Saintek Berdampak, Dinas Kesehatan Bireuen, serta kampus wakaf. Relawan kesehatan juga turut serta dalam proses pelayanan kesehatan.

Selain itu, banyak relawan yang datang dari berbagai komunitas lokal untuk membantu distribusi obat dan pemeriksaan kesehatan. Mereka bekerja sama dengan tenaga medis untuk memastikan semua pengungsi mendapatkan layanan yang memadai.

Tantangan dalam Penyediaan Obat

Meski sudah melakukan persiapan yang maksimal, penyediaan obat tetap menghadapi tantangan. Ketersediaan obat dalam jumlah yang cukup masih menjadi masalah utama. Oleh karena itu, pihak tim medis berharap adanya bantuan tambahan dari pihak lain, baik lembaga pemerintah maupun swasta.

Selain itu, transportasi dan distribusi obat juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Di tengah kondisi darurat, logistik harus bisa berjalan lancar agar semua pengungsi bisa mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.

Peran Psikologis dalam Pelayanan Kesehatan

Selain layanan kesehatan fisik, tim medis juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek psikologis pengungsi. Gangguan mental akibat trauma bencana sering kali diabaikan, padahal sangat penting untuk pemulihan keseluruhan kondisi pengungsi.

Rohaniawan yang terlibat dalam kegiatan ini memberikan dukungan spiritual dan emosional kepada pengungsi. Mereka berupaya menciptakan suasana yang tenang dan aman agar pengungsi merasa lebih nyaman dan percaya diri.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar