Fitur Canggih yang Jarang Digunakan di Ponsel

Fitur Canggih yang Jarang Digunakan di Ponsel

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Fitur Canggih yang Jarang Digunakan di Ponsel yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Fitur Canggih yang Jarang Digunakan di Ponsel

Fitur Canggih pada Smartphone yang Jarang Digunakan

Smartphone kini semakin canggih dari hari ke hari. Spesifikasi meningkat, fitur bertambah, dan istilah teknis terus berkembang. Namun, jika jujur kepada diri sendiri, banyak fitur menarik ini hanya digunakan sekali atau dua kali saja, lalu dilupakan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Bukan karena fiturnya buruk, melainkan karena kebutuhan sehari-hari kita jauh lebih sederhana. Berikut beberapa fitur yang sering diabaikan meskipun tersedia di smartphone modern:

  • Kamera Resolusi Tinggi Banget
    Kamera dengan resolusi 50 MP, 108 MP, bahkan lebih, terdengar menggiurkan. Namun dalam realitanya, foto yang diambil biasanya:

    • Langsung dikirim lewat chat
    • Diunggah ke media sosial
    • Dikompres otomatis oleh aplikasi Resolusi setinggi itu jarang benar-benar dimanfaatkan. Banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa ponselnya bisa memotret dengan resolusi maksimal.
  • Mode Kamera yang Terlalu Banyak
    Mode malam, pro mode, panorama, slow motion, time-lapse, AI portrait, macro, daftarnya sangat panjang. Tapi yang sering dipakai biasanya hanya:

    • Mode foto biasa
    • Mode video
    • Sesekali portrait Mode lain sering dicoba saat pertama kali membeli ponsel, lalu dilupakan.
  • Gesture dan Shortcut Unik
    Double tap layar, swipe tiga jari, ketuk belakang HP, hingga gesture di udara. Secara konsep, fitur ini terlihat keren. Namun dalam praktiknya:

    • Lupa caranya
    • Jarang konsisten
    • Sering kepencet gak sengaja Akhirnya, banyak pengguna kembali ke cara lama: sentuh layar seperti biasa.
  • Asisten Virtual
    Asisten suara sudah ada bertahun-tahun. Bisa disuruh set alarm, buka aplikasi, atau jawab pertanyaan. Namun di Indonesia, penggunaannya masih terbatas.

    • Banyak orang merasa lebih cepat ngetik
    • Canggung ngomong ke HP
    • Hasilnya kadang meleset Akhirnya, asisten virtual cuma aktif di pengaturan, jarang dipakai.
  • Layar dengan Fitur Super Canggih
    Refresh rate tinggi, HDR, dan mode warna canggih memang membuat layar lebih enak dilihat. Tapi setelah beberapa hari, mata kita beradaptasi.

    • Begitu terbiasa, fitur itu terasa "normal"
    • Kita jarang benar-benar mikirin atau mengutak-atik pengaturannya lagi
  • Fitur Keamanan Tambahan
    Secure folder, enkripsi ekstra, hingga mode privasi tingkat lanjut sering tersedia. Namun banyak pengguna merasa ribet atau tidak merasa butuh.

    • Padahal fitur ini penting
    • Tapi karena tidak langsung kelihatan manfaatnya, sering diabaikan

Mengapa Tetap Dibuat Kalau Jarang Dipakai?

Jawabannya sederhana: kompetisi. Produsen berlomba menawarkan fitur sebanyak mungkin. Meski jarang dipakai, fitur-fitur ini menjadi nilai jual di iklan dan spesifikasi.

Bagi produsen, keberadaan fitur itu penting. Bagi pengguna, yang penting adalah ponselnya lancar dan nyaman digunakan.

Fitur canggih di smartphone bukan berarti harus dipakai semua. Faktanya, sebagian besar pengguna hanya butuh: * Performa stabil * Baterai awet * Kamera yang konsisten * Layar nyaman

Sisanya? Bonus. Ada boleh, kepakai syukur, gak kepakai juga gak masalah. Karena pada akhirnya, smartphone itu alat, bukan pameran fitur.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar