Finland mendukung solusi dua negara untuk Israel dan Palestina

Finland mendukung solusi dua negara untuk Israel dan Palestina

Berita mancanegara hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Finland mendukung solusi dua negara untuk Israel dan Palestina tengah menjadi sorotan dunia. Berikut laporan selengkapnya.

Dipublikasikan pada, 5 September -- 5 September 2025 14.35 WIB

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Finland telah bergabung dengan pernyataan Prancis-Saudi di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendukung penyelesaian damai antara Israel dan Palestina, dengan tujuan menerapkan solusi dua negara, negara Nordik tersebut mengumumkan pada Jumat.

Britania Raya, Prancis, Kanada, Australia, dan Belgia juga telah menyatakan bahwa mereka akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada akhir bulan ini, meskipun London mungkin meninjau kembali keputusannya jika Israel mengurangi krisis kemanusiaan di Gaza.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memaksa Israel menghentikan operasi militer di Gaza dan membatasi pembangunan permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki. Namun, beberapa kritikus berpendapat bahwa pengakuan tersebut bisa tetap bersifat simbolis tanpa tindakan nyata.

Husam Zomlot, kepala Misi Palestina di London, mengatakan pengakuan oleh Britania Raya dapat menjadi sinyal yang kuat, mendorong momentum menuju solusi dua negara dan negosiasi perdamaian yang bermakna.

Israel mengecam tindakan ini, dengan mengklaim bahwa tindakan tersebut memberi penghargaan kepada Hamas, yang serangannya terhadap komunitas Israel selatan pada Oktober 2023 menewaskan lebih dari 1.200 orang dan meninggalkan 251 tahanan di Gaza, menurut laporan Israel.

Solusi dua negara membayangkan orang-orang Palestina dan Israel tinggal secara damai berdampingan, dengan sebuah negara Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Namun, perluasan permukiman Israel dan posisi yang tidak fleksibel mengenai perbatasan, pengungsi, serta Yerusalem membuat rencana tersebut semakin sulit.

Zomlot menekankan bahwa tekanan internasional yang memadai masih dapat membawa Israel untuk membongkar permukiman dan bergerak menuju perdamaian, sementara pengadilan tertinggi PBB telah menyatakan pendudukan dan permukiman ilegal, serta memanggil untuk penarikan segera.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Ikuti terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar