Erdogan: Israel Harus Bayar Harga Mahal Jika Kembali Perang di Gaza

Erdogan: Israel Harus Bayar Harga Mahal Jika Kembali Perang di Gaza

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Erdogan: Israel Harus Bayar Harga Mahal Jika Kembali Perang di Gaza yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Presiden Turki Memperingatkan Israel untuk Tidak Mengulangi Kekerasan di Gaza

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memberikan peringatan tegas kepada Israel agar tidak memulai kembali pertempuran di Jalur Gaza. Peringatan ini disampaikan setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas berhasil tercapai. Erdogan menegaskan bahwa jika Israel kembali mengobarkan konflik di wilayah tersebut, maka akan ada "harga mahal" yang harus dibayar.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Erdogan juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya negaranya dalam proses negosiasi antara Israel dan Hamas. Ia menjelaskan bahwa Turki telah melakukan segala daya untuk menghentikan pertempuran di Gaza. “Kami senang bahwa saudara-saudara kami di Gaza telah mencapai tahap ini dan bahwa kegembiraan telah kembali di wajah-wajah para warga Palestina. Kami telah melakukan segala daya kami untuk mencapai titik ini dan mencapai gencatan senjata di Gaza,” ujar Erdogan pada Jumat (10/10/2025).

Dia juga memperingatkan Israel agar tidak lagi menghasut pertempuran di Gaza. “Kami berharap Israel tidak akan mengulangi kesalahannya, dan kami akan menghalanginya jika Israel tidak menegakkan perjanjian di Gaza. Saya salut kepada semua pejuang perlawanan Palestina, terutama di Gaza,” tambahnya.

Menurut Erdogan, Turki juga berencana untuk ikut serta dalam satgas yang akan memantau implementasi perjanjian gencatan senjata. Termasuk dalam tugas satgas tersebut adalah memastikan klausul-klausul dalam perjanjian dapat dipenuhi. Secara terpisah, seorang pejabat senior Turki menyampaikan kepada Reuters bahwa negaranya akan bergabung dengan satgas gabungan bersama Israel, Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir. Satgas ini bertujuan untuk menemukan jenazah para sandera di Gaza yang lokasinya masih belum diketahui.

Indonesia Menyambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata fase pertama di Jalur Gaza. Pemerintah RI secara khusus mengapresiasi peran Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat (AS) dalam menjembatani kesepakatan tersebut. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan rasa syukur atas penghentian kekerasan secara permanen di wilayah tersebut.

“Indonesia menyambut baik gencatan senjata fase pertama di Gaza dan penghentian kekerasan secara permanen. Indonesia sampaikan penghargaan atas mediasi yang dilakukan AS, Mesir, Qatar dan Turki, dan tekankan pentingnya pelaksanaan setiap butir kesepakatan gencatan senjata dengan penuh iktikad baik,” kata Kemlu RI melalui akun X resminya, Jumat (10/10/2025).


Pengungsi Palestina berjalan melewati bangunan yang hancur saat mereka kembali ke rumah mereka di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Jumat, 10 Oktober 2025. - (Foto AP/Jehad Alshrafi)

Kemlu RI berharap, dengan telah tercapainya kesepakatan gencatan senjata tersebut, akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dapat dibuka secara luas. “Indonesia siap berpartisipasi aktif dalam mendukung proses rekonstruksi Gaza,” ungkapnya.

Pemerintah RI mendorong masyarakat internasional memanfaatkan momentum ini untuk memulai kembali proses perdamaian di Palestina berdasarkan solusi dua negara. Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, sesuai resolusi dan hukum internasional yang telah disepakati.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan turut menyambut kesepakatan gencatan senjata di Gaza. “Semoga ini bisa berlanjut ke fase-fase berikutnya,” ujarnya ketika diwawancara di Jakarta, Kamis (9/10/2025). Dia mengaku terus memantau pelaksanaan gencatan senjata di Gaza. Sugiono menyebut meski kesepakatan mendasar dalam gencatan senjata tersebut sudah tercapai, pembicaraan yang lebih terperinci masih berlangsung. “Sekali lagi, semua detailnya sedang dibicarakan dan dinegosiasikan,” ucapnya.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar