Emas Menggila, Perak Pecahkan Rekor

Emas Menggila, Perak Pecahkan Rekor

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Emas Menggila, Perak Pecahkan Rekor menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade, JAKARTA — Harga emas mengalami peningkatan signifikan, sementara harga perak mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini terjadi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik global dan harapan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada tahun depan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Berdasarkan data dari pasar spot, harga emas naik sebesar 0,5% menjadi US$4.363,21 per ons. Angka ini mendekati rekor tertinggi yang tercatat di atas US$4.381 pada bulan Oktober lalu. Sementara itu, harga perak juga mengalami kenaikan sebesar 0,5% menjadi US$67,46 per ons pada pukul 08.27 waktu Singapura.

Peningkatan harga emas berlanjut setelah mengalami kenaikan selama dua minggu berturut-turut. Pelaku pasar memprediksi bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh data ekonomi AS yang belum memberikan kejelasan tentang arah kebijakan moneter. Presiden AS, Donald Trump, juga mendorong penurunan suku bunga secara agresif.

Sementara itu, kinerja perak dipengaruhi oleh aliran dana spekulatif serta pasokan yang masih ketat. Pasar perak mengalami tekanan karena adanya situasi short squeeze bersejarah pada bulan Oktober. Volume perdagangan kontrak berjangka perak di Shanghai meningkat tajam awal bulan ini, hampir mencapai level yang terjadi saat krisis pasokan beberapa bulan lalu.

Kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor positif bagi harga emas dan perak. Kedua logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga menjadi pilihan investasi yang menarik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Selain itu, ketegangan geopolitik turut memperkuat daya tarik logam mulia sebagai aset pelindung nilai. Amerika Serikat memperketat blokade minyak terhadap Venezuela untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. Di sisi lain, Ukraina melakukan serangan pertama terhadap kapal tanker minyak dari armada bayangan Rusia di Laut Mediterania.

Emas dan perak menutup tahun dengan performa yang sangat baik, dengan keduanya menuju kenaikan tahunan terbesar sejak 1979. Harga perak melonjak lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini, sedangkan harga emas meningkat sekitar dua pertiga. Peningkatan ini didorong oleh pembelian agresif dari bank sentral serta aliran dana masuk ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis emas.

Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa ETF berbasis emas mencatatkan arus masuk selama lima pekan berturut-turut. Sementara itu, data dari World Gold Council menunjukkan bahwa total kepemilikan emas dalam ETF meningkat setiap bulan sepanjang tahun ini, kecuali pada bulan Mei.

Di pasar perak, lonjakan permintaan serta ketatnya pasokan di berbagai pusat perdagangan utama turut mendukung kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Masa depan harga emas diperkirakan masih memiliki potensi untuk terus menguat. Analis dari Goldman Sachs Group Inc., termasuk Daan Struyven dan Samantha Dart, dalam laporan riset mereka menyatakan bahwa skenario dasar harga emas akan mencapai US$4.900 per ons pada tahun depan. Mereka juga menilai bahwa risiko kenaikan lebih lanjut tetap ada.

Mereka menilai bahwa investor ETF mulai bersaing dengan bank sentral dalam memperebutkan pasokan emas batangan yang semakin langka.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Emas Menggila, Perak Pecahkan Rekor ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar