Drama di Karibia: Tanker Minyak Ketiga Dikejar Penjaga Pantai AS

Drama di Karibia: Tanker Minyak Ketiga Dikejar Penjaga Pantai AS

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Drama di Karibia: Tanker Minyak Ketiga Dikejar Penjaga Pantai AS tengah menjadi sorotan dunia. Berikut laporan selengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penjaga Pantai AS Memburu Kapal Tanker Asing di Kawasan Karibia

Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) sedang melakukan pengejaran terhadap sebuah kapal tanker minyak asing ketiga di kawasan Karibia. Pengejaran ini dilakukan setelah kapal bernama Bella 1 menolak untuk diperiksa, seiring dengan kampanye tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela.

Seorang pejabat AS mengungkapkan kepada media bahwa kapal tersebut masuk dalam daftar sanksi. Selain itu, Bella 1 diduga menjadi bagian dari armada gelap yang digunakan oleh pemerintah Venezuela untuk menghindari sanksi internasional.

"Penjaga Pantai AS sedang melakukan pengejaran aktif terhadap sebuah kapal armada gelap yang dikenai sanksi dan menjadi bagian dari upaya ilegal Venezuela untuk menghindari sanksi," ujar pejabat tersebut.

Bendera Palsu dan Perintah Penyitaan Yudisial

Bella 1 diketahui berlayar dengan bendera palsu dan berada di bawah perintah penyitaan yudisial. Hal ini membuat kapal tersebut sah menjadi target penegakan hukum AS. Sebelumnya, kapal ini telah dikenai sanksi oleh AS pada Juni 2024 berdasarkan otoritas kontra-terorisme.

Kementerian Keuangan AS menyatakan bahwa Bella 1 merupakan bagian dari jaringan pengiriman yang terkait dengan Sa’id Al Jamal. Al Jamal sendiri adalah fasilitator keuangan Houthi yang telah ditetapkan sebagai individu yang dikenai sanksi oleh AS.

Menurut pejabat AS, jaringan pelayaran tersebut digunakan untuk mengangkut minyak yang dikenai sanksi, termasuk minyak mentah asal Iran, dengan hasil penjualannya dialirkan ke Houthi.

Surat Perintah Penyitaan

Sumber dari pemerintahan AS menjelaskan bahwa otoritas federal memperoleh surat perintah penyitaan dari seorang hakim magistrat yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk mengambil alih kapal Bella 1. Hal ini dilaporkan oleh The New York Times.

Beberapa pejabat menyebutkan bahwa dasar penyitaan lebih berkaitan dengan dugaan keterlibatan Bella 1 dalam perdagangan minyak Iran, bukan secara langsung dengan Venezuela. Kapal tersebut tidak mengibarkan bendera nasional yang sah saat didekati pasukan AS, sehingga memungkinkan pemeriksaan di laut berdasarkan hukum internasional.

Meski demikian, kapal tersebut menolak untuk diperiksa dan terus berlayar.

Kapal Tanker Ketiga yang Ditangkap

Jika berhasil disita, Bella 1 akan menjadi kapal tanker ketiga yang ditangkap otoritas AS dalam rangkaian operasi terbaru di kawasan tersebut. Sehari sebelumnya, Penjaga Pantai AS juga menyita sebuah kapal tanker lain di perairan internasional dekat Venezuela setelah Trump menyatakan pemberlakuan blokade terhadap negara tersebut.

Kapal tanker tersebut mengibarkan bendera Panama dan diduga mengangkut minyak asal Venezuela yang rencananya akan dijual ke kawasan Asia, menurut klaim pejabat AS.

Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Ikuti terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar