Dorong Perdagangan Modern dan Inklusif, ASEAN Setujui Peningkatan ATIGA

Dorong Perdagangan Modern dan Inklusif, ASEAN Setujui Peningkatan ATIGA

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Dorong Perdagangan Modern dan Inklusif, ASEAN Setujui Peningkatan ATIGA menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

ASEAN Menyetujui Perjanjian Perdagangan Barang yang Diperbarui

Negara-negara anggota ASEAN telah menyetujui pembaharuan aturan perdagangan barang melalui penyerahan naskah perjanjian The Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA Upgrade). Penyerahan resmi naskah perjanjian dilakukan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Abdul Aziz, selaku Ketua Dewan ASEAN Free Trade Area (AFTA), kepada Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, pada prosesi yang digelar Minggu (26/10) di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47.

Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, menjelaskan bahwa ATIGA Upgrade menjadi tonggak penting dalam membangun sistem perdagangan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan.

“Perjanjian ini mencerminkan keyakinan ASEAN untuk terus bergerak maju dan tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global. Ini bukan sekadar pembaruan aturan, melainkan langkah untuk memperkuat pasar dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan serta pengembangan rantai pasok yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (26/10/2025).

Budi telah menandatangani Naskah ATIGA Upgrade pada Sabtu (25/10/2025), bersama Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Adapun Kamboja dan Laos menandatangani secara ad referendum, sementara Myanmar dan Vietnam dijadwalkan menyusul pada November 2025.

Implementasi perjanjian ini akan berlaku 18 bulan setelah seluruh negara anggota menuntaskan proses penandatanganan.

Elemen Baru dalam ATIGA Upgrade

Peningkatan perjanjian ini memperkenalkan sejumlah elemen baru, termasuk ketentuan untuk mendorong perdagangan berwawasan lingkungan, memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan konektivitas rantai pasok, serta menyediakan mekanisme alternatif penyelesaian sengketa.

Menurut Budi, arah baru perjanjian ini sejalan dengan visi ASEAN menuju perdagangan yang lebih terbuka, digital, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha di kawasan.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono, menambahkan bahwa Indonesia berperan aktif dalam menjaga kepentingan nasional selama proses negosiasi.

“Salah satu capaian penting bagi Indonesia adalah mempertahankan protokol khusus untuk beras dan gula, yang krusial bagi stabilitas harga dan pasokan dua komoditas strategis kawasan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ATIGA Upgrade juga membuka ruang bagi UMKM untuk berkontribusi lebih besar dalam rantai pasok kawasan serta mempercepat transisi menuju perdagangan yang lebih hijau dan berdaya saing.

Potensi Besar ASEAN dalam Integrasi Ekonomi Regional

Perdagangan intra-ASEAN sendiri tercatat mencapai US$ 823,1 miliar pada 2024, atau 21,4% dari total perdagangan kawasan. Angka tersebut menunjukkan potensi besar ASEAN dalam memperdalam integrasi ekonomi regional dan memperkuat posisinya di kancah perdagangan global.

Dengan ATIGA Upgrade, ASEAN tidak hanya memperkuat kerangka hukum perdagangan antar negara anggota, tetapi juga memberikan landasan yang kuat untuk mempercepat transformasi ekonomi kawasan. Hal ini akan berdampak positif pada stabilitas harga, akses pasar, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Selain itu, perjanjian ini juga menggariskan komitmen ASEAN terhadap keberlanjutan lingkungan dan penguatan peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian kawasan. Dengan demikian, ATIGA Upgrade diharapkan mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil, efisien, dan berkelanjutan.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Dorong Perdagangan Modern dan Inklusif, ASEAN Setujui Peningkatan ATIGA ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar