Dokter, seberapa umum obesitas pada anak di Indonesia?

Dokter, seberapa umum obesitas pada anak di Indonesia?

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Dokter, seberapa umum obesitas pada anak di Indonesia?, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Dokter, seberapa umum obesitas pada anak di Indonesia?

Penjelasan Dokter tentang Tingkat Obesitas pada Anak di Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman, masalah obesitas pada anak semakin menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Pertanyaan yang sering muncul adalah seberapa parah kondisi ini di Indonesia? Untuk menjawabnya, kita dapat merujuk pada penjelasan dari dr. Aisya Fikritama, Sp.A, seorang dokter spesialis anak yang kini berpraktik di RS UNS Sukoharjo dan Balai Kesehatan Masyarakat Ambarawa.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Obesitas, menurut dr. Aisya, bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Ia mengungkapkan bahwa obesitas termasuk dalam "triple burden malnutrition", yaitu kondisi di mana kekurangan gizi, stunting, dan obesitas saling berkaitan. Meski banyak orang masih menganggap anak gemuk sebagai hal yang lucu, dr. Aisya menegaskan bahwa hal ini justru membawa risiko kesehatan yang serius.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), tingkat obesitas pada anak-anak di Indonesia cukup tinggi. Untuk anak usia 5 hingga 12 tahun, sebanyak 19,7 persen mengalami obesitas. Sementara itu, anak usia 13 hingga 15 tahun memiliki angka sebesar 16 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masalah obesitas pada anak tidak bisa diabaikan.

Penyebab dan Dampak Obesitas pada Anak

Dr. Aisya menjelaskan bahwa obesitas pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah pola makan yang tidak seimbang. Banyak anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula, sementara kurangnya aktivitas fisik juga turut berkontribusi pada peningkatan berat badan. Selain itu, lingkungan keluarga dan kebiasaan hidup yang tidak sehat juga memperparah situasi ini.

Dampak dari obesitas pada anak sangat luas. Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, seperti risiko diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan mental dan emosional. Anak yang obesitas cenderung lebih rentan mengalami rasa rendah diri dan kesulitan dalam bersosialisasi.

Profil Dokter Aisya Fikritama

dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, lahir dan besar di Surakarta. Ia menyelesaikan pendidikan SMA melalui program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta. Minatnya terhadap dunia kedokteran membuatnya memilih untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Setelah lulus sebagai dokter umum, ia melanjutkan studi spesialis anak. Selama masa studinya, ia aktif sebagai asisten dosen dan peneliti. Pengalaman kerjanya sangat beragam, mulai dari bekerja sebagai dokter intern di RSUD Pandanarang Boyolali dan Puskesmas Boyolali II, hingga menjadi dokter umum di berbagai institusi seperti Klinik Kimia Farma Adi Sucipto dan RS UNS.

Pada tahun 2023, dr. Aisya pernah bekerja di RSU Asy Syifa Sambi Boyolali. Setelah itu, ia bergabung dengan RS UNS Sukoharjo sebagai dokter spesialis anak, serta menjadi dosen dan staf pengajar hingga kini. Saat ini, ia juga berpraktik di RSU Hidayah Boyolali serta RS Ortopedi Dr. Soeharso Surakarta.

Kegiatan dan Kontribusi Lain

Selain berkecimpung dalam praktik medis, dr. Aisya juga aktif dalam berbagai pelatihan dan organisasi. Ia telah mengikuti pelatihan seperti Pediatric Fundamental Critical Care Support (PFCCS) dan Resusitasi Neonatus, yang meningkatkan kemampuannya dalam bidang pediatri. Dedikasinya juga diakui melalui berbagai penghargaan, seperti Juara Favorit I Duta Bahasa Jawa Tengah dan Juara I Lomba Debat Inggris antar Fakultas Kedokteran Se-Jawa Bali.

Selain itu, ia juga aktif dalam menulis dan meneliti, dengan beberapa karyanya diterbitkan dalam jurnal medis. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif dalam dunia kesehatan anak.


Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar