Diversifikasi Astra International ke Kesehatan Dinilai Menguntungkan

Diversifikasi Astra International ke Kesehatan Dinilai Menguntungkan

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Diversifikasi Astra International ke Kesehatan Dinilai Menguntungkan, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


PT Astra International Tbk (ASII) terus melakukan langkah strategis untuk memperluas bisnisnya di berbagai sektor. Salah satu fokus utamanya adalah sektor layanan kesehatan, yang dinilai memiliki potensi besar dan bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan baru bagi Grup Astra pada tahun 2026.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Diversifikasi ke Sektor Kesehatan: Strategi yang Menjanjikan

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai bahwa investasi ASII sebesar Rp 8,6 triliun dalam platform digital seperti Halodoc serta infrastruktur fisik seperti Rumah Sakit Hermina (HEAL) dan Heartology, akan mulai memberikan kontribusi laba yang lebih stabil seiring meningkatnya skala operasional dan kematangan bisnis.

"Diversifikasi ini dinilai sebagai langkah strategis yang menguntungkan untuk meningkatkan produktivitas aset dan mengkompensasi tekanan pada imbal hasil ekuitas di sektor tradisional," ujar Abida.

Beberapa faktor positif mendukung prospek tersebut, antara lain:

  • Permintaan layanan kesehatan domestik yang kuat.
  • Potensi sinergi antara layanan telemedis dan jaringan rumah sakit fisik.
  • Penerapan disiplin alokasi modal melalui proses peninjauan portofolio strategis.

Namun, ada tantangan yang perlu diperhatikan, seperti regulasi BPJS Kesehatan, khususnya penerapan skema Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), yang berpotensi memperketat proses klaim dan menekan margin operasional rumah sakit. Namun, implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) di jaringan rumah sakit dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan memitigasi risiko kenaikan beban biaya.

Prospek Jangka Menengah Panjang

Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menyampaikan bahwa diversifikasi ASII ke sektor pelayanan kesehatan cukup positif secara jangka menengah panjang, meskipun kontribusi ke laba konsolidasi pada 2026 masih akan bertahap.

Investasi ASII di Halodoc, Rumah Sakit Hermina, dan Heartology dipandang sebagai strategi untuk membangun portofolio bisnis yang lebih defensif dan berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan tren peningkatan belanja kesehatan serta masih luasnya peluang pertumbuhan pada segmen layanan spesialis di Indonesia.

Beberapa sentimen lain yang perlu dicermati antara lain:

  • Pertumbuhan kelas menengah.
  • Ekspansi kepesertaan BPJS Kesehatan.
  • Potensi sinergi dalam ekosistem bisnis Astra.

Meski begitu, investor patut mencermati tingginya kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) di segmen ini.

Rekomendasi Investasi

Abida menyarankan investor untuk menyikapi posisi ASII secara objektif dengan memanfaatkan momentum koreksi harga untuk melakukan akumulasi bertahap atau buy on weakness. Mengingat valuasi saham saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata historis 5 tahun, investor disarankan fokus pada fundamental perusahaan yang kuat dan konsistensi pembagian dividen yang menarik.

Pemantauan terhadap hasil tinjauan strategis portofolio dan keberhasilan model bisnis hibrida otomotif juga menjadi kunci dalam menilai potensi re-rating nilai perusahaan di masa depan.

Abida mempertahankan rekomendasi buy untuk ASII dengan target harga jangka panjang sebesar Rp 7.450, yang didukung oleh proyeksi pertumbuhan laba inti serta imbal hasil dividen yang atraktif. Valuasi ini dinilai realistis dengan mempertimbangkan visibilitas laba yang meningkat dari sektor layanan kesehatan dan pemulihan bertahap pada segmen otomotif menuju tahun 2026.

Sementara itu, Miftahul merekomendasikan hold saham ASII dengan target harga Rp 7.000 per saham untuk jangka 12 bulan ke depan.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar