
Kehidupan Seorang Seniman Kayu di Boyolali
Di tengah keramaian Jalan Boyolali–Klaten, suara deru mesin gergaji kecil terdengar jelas pada hari Jumat (19/12/2025). Di sebuah workshop sederhana dengan ukuran 8 x 15 meter, seorang pria paruh baya tampak fokus memotong sepotong kayu berukuran kecil. Matanya sesekali mengamati hasil potongan, memastikan presisi sebelum menempelkannya pada miniatur mobil sport yang sedang ia kerjakan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Workshop ini adalah tempat Mujiono menekuni dunia kerajinan kayu selama bertahun-tahun. Tangannya lincah, telaten, dan penuh kesabaran. Setiap potongan kayu disusun rapi, membentuk lekuk bodi mobil mewah dalam ukuran mini. Tak ada kesan terburu-buru. Setiap detail diperhatikan, seolah ia tengah merakit mobil sungguhan.
Workshop Wijaya Art yang dikelolanya sejak 2018 memang tampak sederhana. Bangunannya berada tepat di pinggir jalan utama, di Dukuh Jurug, Desa Jurug, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Dari luar nyaris tak ada yang istimewa. Namun dari tempat sesederhana itu, ratusan karya miniatur bernilai tinggi telah lahir.
“Sudah ribuan miniatur yang saya buat,” ujar Mujiono sambil tersenyum tipis. Beragam miniatur pernah ia produksi, mulai dari mobil sport, Harley Davidson, hingga berbagai kerajinan kayu lainnya. Seluruhnya dibuat secara manual, mengandalkan ketelitian dan pengalaman bertahun-tahun.
Tak sedikit orang terkesima melihat hasil karyanya karena bentuknya nyaris menyerupai kendaraan asli. Keistimewaan karya Mujiono tak hanya menarik perhatian pasar lokal. Sejak awal mendirikan workshop, pesanan justru banyak datang dari luar negeri, khususnya Eropa. Ia mengaku kerap menerima order dari pembeli asal Benua Biru.
“Dari buyer Eropa,” katanya singkat. Saat ini, Mujiono tengah mengerjakan lima unit miniatur mobil mewah pesanan khusus. Setiap miniatur dibuat dengan skala perbandingan 1:9,5, sehingga seluruh detail mobil asli diperkecil tanpa menghilangkan karakter bentuknya.
“Ini perbandingannya 1 banding 9,5,” jelasnya sembari menunjuk miniatur yang hampir rampung. Untuk menghasilkan miniatur yang mendekati sempurna, Mujiono tak asal membuat. Ia terlebih dahulu mencari replika atau referensi mobil aslinya. Dari situlah ia mempelajari lekuk bodi, proporsi, hingga detail-detail kecil yang kerap luput dari pandangan.
“Harus lihat bentuk aslinya supaya mirip,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan fasilitas, Mujiono membuktikan bahwa ketekunan dan keahlian mampu menembus batas geografis. Berikut beberapa faktor yang menjadikannya sukses:
-
Ketelitian tinggi
Setiap detail mobil asli dipertahankan dalam ukuran mini. Ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi. -
Pengalaman bertahun-tahun
Mujiono memiliki pengalaman yang cukup lama dalam bidang kerajinan kayu. Hal ini memberinya keahlian untuk menghasilkan karya berkualitas. -
Referensi yang akurat
Ia selalu mencari referensi yang tepat untuk memastikan karya yang dihasilkan mirip dengan mobil asli. -
Permintaan dari luar negeri
Pesanan dari Eropa menunjukkan bahwa karyanya dinikmati oleh kalangan internasional. -
Kemampuan adaptasi
Meskipun bekerja di lingkungan yang sederhana, ia tetap mampu menghadapi tantangan dan menghasilkan karya yang diminati pasar global.
Komentar
Kirim Komentar