
Bupati Garut Cek Kesiapan Fasilitas Kesehatan di Dua Puskesmas Wilayah Selatan
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melakukan inspeksi langsung ke dua puskesmas di wilayah selatan, yaitu Puskesmas Sindangratu (Kecamatan Pakenjeng) dan Puskesmas Bungbulang (Kecamatan Bungbulang), pada Minggu, 21 Desember 2025. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan intensif Pemkab Garut menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tujuannya adalah memastikan pelayanan medis primer tetap prima meskipun ada arus mudik yang besar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati mengeksplorasi berbagai ruang pelayanan, berbincang akrab dengan petugas medis, serta menjenguk pasien yang sedang dirawat. Ia memberikan apresiasi terhadap kondisi akses jalan menuju kedua puskesmas yang sudah mulus dan ramah kendaraan. Namun, ia langsung memberikan sinyal darurat terkait Puskesmas Sindangratu: bangunan fisiknya dinilai ketinggalan zaman dan tidak cukup kuat menampung jumlah pasien yang meningkat.
"Wajar saja semua tempat tidur penuh sesak. Kita harus pikirkan solusi cepat untuk ekspansi, alhamdulillah tadi sudah diskusi singkat dengan Danramil soal opsi-opsi darurat," ujar Bupati saat ditemui usai kunjungan.
Overcapacity Jadi Bom Waktu – Solusi Instan Libatkan TNI
Situasi overcapacity di Puskesmas Sindangratu langsung memicu aksi cepat. Bupati melakukan koordinasi lintas sektor bersama TNI setempat untuk mencari jalan keluar sementara seperti penggunaan tenda darurat atau relokasi ruang, sambil merencanakan renovasi permanen.
"Pelayanan kesehatan dasar ini prioritas utama, apalagi saat hari raya di mana orang-orang pulang kampung dan rawan kecelakaan lalu lintas," tegasnya. Ia juga memberikan instruksi perbaikan sistem piket staf agar dokter dan perawat siaga 24 jam, sehingga menghindari keluhan warga terkait antrean panjang di malam hari.
Kunjungan ke Puskesmas Bungbulang Tak Kalah Teliti
Kunjungan ke Puskesmas Bungbulang juga tak kalah teliti. Bupati memeriksa stok obat, alat medis, hingga protokol darurat Nataru seperti penanganan luka bakar kembang api atau keracunan makanan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mencegah krisis layanan saat puncak libur, di mana Garut Selatan diprediksi menjadi jalur transit ribuan pemudik dari Bandung dan Jakarta.
Komitmen Pemkab: Fasilitas Kesehatan Prioritas 2026
Bupati menekankan pentingnya penguatan puskesmas sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat, terutama di daerah pelosok yang akses ke rumah sakit kota jauh. Evaluasi hari ini langsung menjadi roadmap aksi: tambah armada ambulan, rekrut tenaga medis kontrak, dan alokasi anggaran khusus renovasi.
"Masyarakat Garut pantas mendapatkan pelayanan optimal, bukan cuma janji. Kita kejar target zero keluhan Nataru," pungkasnya.
Inisiatif Bupati Dapat Apresiasi Warga Lokal
Inisiatif Bupati ini mendapat apresiasi dari warga lokal melalui media sosial. Salah satu komentar menyebutkan, "Akhirnya ada yang peduli fasilitas pelosok!" Meski demikian, tantangan overcapacity tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Garut menjelang tahun 2026.
Komentar
Kirim Komentar