BRIN: Teknologi Nuklir Kurangi Kehilangan Pangan 50 Juta Ton, Setara Rp500 T

BRIN: Teknologi Nuklir Kurangi Kehilangan Pangan 50 Juta Ton, Setara Rp500 T

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai BRIN: Teknologi Nuklir Kurangi Kehilangan Pangan 50 Juta Ton, Setara Rp500 T menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Featured Image

Teknologi Radiasi sebagai Solusi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Pemanfaatan teknologi radiasi dalam sektor pangan menjadi salah satu inovasi penting yang dapat membantu Indonesia dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan. Teknologi ini dianggap mampu mengurangi kerugian ekonomi akibat hilangnya atau rusaknya hasil pertanian sebelum mencapai konsumen akhir.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN, Syaiful Bakhri, salah satu tantangan utama dalam membangun swasembada pangan adalah tingginya angka food loss. Angka tersebut mencapai sekitar 50 juta ton per tahun, yang setara dengan potensi kerugian ekonomi hingga Rp500 triliun. Food loss terjadi pada berbagai tahap rantai pasokan, mulai dari produksi, pasca panen, pemrosesan hingga distribusi. Berbeda dengan food waste yang terjadi karena pembuangan oleh konsumen atau pengecer.

Dalam konteks pencegahan food loss, teknologi radiasi menawarkan solusi efektif. Dengan penggunaan teknologi ini, umur simpan bahan pangan bisa diperpanjang, sehingga mendukung keberlanjutan rantai pasok. Hal ini menjadi fondasi penting dalam upaya memperkuat swasembada pangan nasional.

Syaiful menjelaskan bahwa teknologi radiasi telah digunakan di lebih dari 60 negara dan menjadi syarat ekspor di banyak pasar besar. Hingga saat ini, terdapat hampir 300 instalasi radiasi pangan di dunia yang terbukti efektif dalam memperpanjang masa simpan, menjaga kandungan gizi, serta menghilangkan mikroba dan hama tanpa mengubah rasa atau kualitas produk.

Indonesia sedang membangun ekosistem riset dan fasilitas radiasi pangan. Salah satunya adalah fasilitas iradiasi di Kalimantan Timur yang diinisiasi oleh BRIN bersama pemerintah daerah. Upaya ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi pangan lokal dengan nilai tambah tinggi melalui penerapan teknologi radiasi.

Kolaborasi Lintas Sektor Penting untuk Pengembangan Teknologi Radiasi

Syaiful menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor dan dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan teknologi radiasi. Dengan adanya kolaborasi, potensi pangan lokal dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan daya saing produk pangan dan mempercepat pertumbuhan industri pangan berbasis radiasi di berbagai daerah.

Inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada ekspor produk pertanian, tetapi juga menjaga kualitas pangan dan meningkatkan kemandirian pangan nasional. Teknologi radiasi memberikan manfaat yang signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan devisa dari sektor pangan.

Tantangan dalam Implementasi Teknologi Radiasi

Meskipun memiliki potensi besar, implementasi teknologi radiasi masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah penerimaan publik terhadap teknologi ini. Selain itu, keterbatasan infrastruktur di daerah juga menjadi hambatan. Namun, Syaiful menegaskan bahwa teknologi ini relatif sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh pemerintah daerah.

BRIN aktif dalam sosialisasi, pelatihan, serta kolaborasi nasional dan internasional untuk memperkuat ketahanan pangan. Dengan optimalisasi penggunaan teknologi radiasi, BRIN yakin Indonesia mampu menekan angka food loss, memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan, serta memberikan nilai tambah dan daya saing pada produk pangan lokal.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai BRIN: Teknologi Nuklir Kurangi Kehilangan Pangan 50 Juta Ton, Setara Rp500 T ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar