Batik Dermo Kediri Siap Menembus Pasar Global, Kolaborasi UTP Malaysia dan UNP Kediri

Batik Dermo Kediri Siap Menembus Pasar Global, Kolaborasi UTP Malaysia dan UNP Kediri

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Batik Dermo Kediri Siap Menembus Pasar Global, Kolaborasi UTP Malaysia dan UNP Kediri yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Batik Dermo Kediri Siap Menembus Pasar Global, Kolaborasi UTP Malaysia dan UNP Kediri

Kerja Sama Internasional untuk Penguatan Batik Dermo

Kolaborasi antara Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri dan Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia menunjukkan langkah penting dalam pengembangan UMKM batik di Kampung Batik Dermo, Kota Kediri. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat rebranding, inovasi desain, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI agar Batik Dermo mampu bersaing di pasar regional ASEAN.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Program ini melibatkan mahasiswa dari kedua universitas yang terjun langsung mendampingi para perajin batik di Kelurahan Dermo. Mereka tidak hanya belajar proses membatik tradisional, tetapi juga mengembangkan motif baru berbasis teknologi digital yang lebih adaptif terhadap selera pasar internasional.

Dekan Fakultas Teknik UNP Kediri, Dr. Sulistiono, M.Si., menyatakan bahwa Batik Dermo memiliki potensi besar namun masih membutuhkan penguatan dari sisi identitas merek dan daya saing produk. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar batik lokal mampu menembus pasar lebih luas.

"Mahasiswa diarahkan mendesain motif batik menggunakan AI. Hasil desain ini nantinya ditawarkan kepada pengrajin di Dermo untuk dijadikan motif baru. Harapannya, Batik Dermo bisa memiliki branding yang lebih kuat, setidaknya bisa Go ASEAN," ujar Sulistiono, Minggu (21/12/2025).

Selain pengembangan desain batik, mahasiswa dari kedua negara juga mempelajari teknik membatik kain hingga pembuatan wayang kulit secara langsung bersama perajin lokal. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran budaya sekaligus penguatan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal.

Vice Provost Student Affairs UTP Malaysia, Saravanan Muthiah, mengapresiasi keterampilan masyarakat Kelurahan Dermo dalam menjaga tradisi batik yang bernilai seni tinggi. Ia menilai pengalaman tersebut sangat berharga bagi mahasiswa UTP Malaysia.

"Kami melihat masyarakat di sini sangat cerdas dan terampil dalam bidang batik. Ini merupakan pengalaman luar biasa bagi mahasiswa kami untuk mempelajari teknik pembuatan batik yang bernilai seni tinggi," ungkap Saravanan.

Ia menambahkan, kegiatan di Kampung Batik Dermo merupakan kolaborasi kedua antara UTP Malaysia dan UNP Kediri. Menurutnya, kesiapan UNP Kediri membuat mahasiswa UTP dapat menyerap nilai-nilai pengabdian masyarakat secara optimal.

Sebanyak 30 mahasiswa dan empat staf UTP Malaysia mengikuti rangkaian pengenalan budaya di UNP Kediri dan Kampung Batik Dermo.

Inovasi Desain Batik dengan Teknologi AI

Salah satu aspek utama dari proyek ini adalah pemanfaatan teknologi AI dalam pengembangan desain batik. Mahasiswa dari UNP Kediri dan UTP Malaysia diberikan pelatihan khusus untuk mengoperasikan alat-alat digital yang dapat membantu menciptakan motif-motif baru. Proses ini tidak hanya mempercepat produksi desain, tetapi juga memberikan variasi yang lebih modern dan sesuai dengan tren pasar global.

Desain yang dihasilkan oleh mahasiswa akan diperkenalkan kepada para perajin batik di Dermo. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk batik lokal dan membuka peluang ekspor ke pasar ASEAN dan internasional.

Pertukaran Budaya dan Keberlanjutan

Selain fokus pada inovasi, program ini juga menekankan pentingnya pertukaran budaya antara mahasiswa dari dua negara. Melalui interaksi langsung dengan perajin lokal, mahasiswa UTP Malaysia tidak hanya belajar teknik membatik, tetapi juga memahami nilai-nilai kearifan lokal yang telah dipertahankan selama ratusan tahun.

Kolaborasi ini juga menciptakan ruang bagi perajin batik untuk belajar dari pendekatan inovatif yang diusung oleh mahasiswa. Dengan kombinasi antara tradisi dan teknologi, Batik Dermo diharapkan mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Tantangan dan Peluang

Meski proyek ini menawarkan banyak peluang, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap teknologi digital bagi perajin batik. Untuk itu, UNP Kediri dan UTP Malaysia berencana memberikan pelatihan tambahan agar para perajin dapat memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif.

Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya merek dan kualitas produk juga menjadi fokus utama. Dengan penguatan branding dan promosi yang lebih baik, Batik Dermo diharapkan mampu menarik minat konsumen domestik maupun internasional.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar