Ayah-ayah Ambil Rapor, Sekolah di Pati Dibanjiri Antusiasme

Ayah-ayah Ambil Rapor, Sekolah di Pati Dibanjiri Antusiasme

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Ayah-ayah Ambil Rapor, Sekolah di Pati Dibanjiri Antusiasme. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Suasana Berbeda di Sekolah-Sekolah Kabupaten Pati

Di sejumlah sekolah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terjadi suasana yang berbeda pada Jumat (19/12/2025). Sejak pagi hingga siang hari, para ayah tampak memadati lingkungan sekolah untuk mengambil rapor hasil belajar putra-putrinya. Kehadiran mereka dalam rangka mendukung Gerakan Ayah Ambil Rapor menciptakan suasana yang hangat dan akrab.

Para ayah yang biasanya sibuk dengan pekerjaan mereka datang langsung ke sekolah. Beberapa dari mereka rela mengantre demi menerima rapor anaknya. Dengan raut wajah bangga dan penuh semangat, mereka menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak mereka.

Bukan Sekadar Ambil Rapor

Salah satu wali murid, Erik, orang tua siswa SD Negeri Kutoharjo 03, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk hadir langsung saat pengambilan rapor. Baginya, momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab seorang ayah terhadap pendidikan anak.

“Program ini sangat bagus karena dapat meningkatkan kesadaran ayah untuk lebih terlibat dalam pendidikan anak dan memperkuat hubungan antara ayah dan anak,” ujarnya. Menurut Erik, mengambil rapor adalah kesempatan untuk memantau perkembangan anak, mengetahui prestasi dan kekurangannya, serta menunjukkan dukungan secara langsung.

Ia juga menilai keterlibatan ayah memberi dampak psikologis positif bagi anak. Anak akan merasa dihargai dan bangga karena ayah hadir langsung dalam perjalanan pendidikannya. “Dengan kehadiran ayah, kedekatan dengan anak pasti akan semakin kuat. Anak-anak juga akan merasa lebih disayangi dan dihargai,” tambahnya.

Suasana Sekolah Lebih Hangat

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme para ayah yang cukup tinggi. Suasana pengambilan rapor terasa lebih hidup dengan tawa, senyum, serta interaksi hangat antara orang tua dan guru. Walaupun biasanya bapak-bapak sibuk bekerja, kini mereka hadir di sekolah, yang menunjukkan bahwa para ayah semakin peduli dan mau terlibat dalam pendidikan anaknya.

Menurut Erik, keterlibatan ayah tidak menjadi beban, justru menjadi kebanggaan tersendiri karena membuka ruang bagi ayah untuk lebih aktif memantau dan mendampingi tumbuh kembang anak.

Pemkab Pati: Imbauan, Bukan Kewajiban

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjelaskan bahwa Gerakan Ayah Ambil Rapor merupakan tindak lanjut dari imbauan pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa kebijakan tersebut bersifat ajakan, bukan kewajiban mutlak.

“Kalau bapaknya tidak bisa hadir karena kesibukan atau tugas di luar kota, ya tidak masalah. Ini sifatnya ajakan,” katanya. Menanggapi adanya fenomena menyewa orang lain untuk mewakili ayah mengambil rapor, Risma merespons dengan santai. “Wah, itu berarti kreatif,” ujarnya sambil tersenyum.

Kesimpulan

Gerakan Ayah Ambil Rapor di Kabupaten Pati menunjukkan perubahan positif dalam partisipasi ayah dalam pendidikan anak. Tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab, tetapi juga sebagai langkah untuk memperkuat ikatan antara ayah dan anak. Dengan kehadiran ayah, suasana sekolah menjadi lebih hangat dan penuh makna.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar