AWS, Oracle, dan OpenAI Teken MoU, Bantu Trump Kembangkan AI Lawan China

AWS, Oracle, dan OpenAI Teken MoU, Bantu Trump Kembangkan AI Lawan China

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada AWS, Oracle, dan OpenAI Teken MoU, Bantu Trump Kembangkan AI Lawan China yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


aiotrade,
JAKARTA — Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) telah menandatangani perjanjian dengan 24 organisasi yang tertarik bekerja sama dalam memajukan proyek Genesis yang dicanangkan pemerintahan Trump. Perjanjian ini berfokus pada penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk mendorong penemuan ilmiah.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Misi Genesis Trump digambarkan sebagai upaya ambisius yang sebanding dengan Proyek Manhattan atau Misi Apollo. Tujuannya adalah mengoordinasikan penelitian lintas lembaga agar dapat mencapai terobosan di berbagai bidang. Selain itu, inisiatif ini juga didorong oleh motif geopolitik untuk memastikan Amerika Serikat tetap unggul dalam persaingan AI global, khususnya melawan China.

Beberapa organisasi yang terlibat dalam perjanjian ini antara lain OpenAI, Anthropic, dan xAI. Selain itu, operator cloud utama seperti AWS, Google, Microsoft, dan Oracle juga turut serta. Pembuat server Dell dan HPE, pemasok chip AMD, Intel, dan Nvidia, serta perusahaan analitik data Palantir juga menjadi bagian dari konsorsium ini.

Perjanjian tersebut bukanlah kontrak untuk menyediakan layanan, tetapi lebih merupakan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan organisasi yang telah menyatakan minat dalam menanggapi Request for Information (RFI), atau yang sudah memiliki proyek aktif bersama DOE dan laboratorium nasionalnya untuk kegiatan yang terkait dengan Misi Genesis.

Menurut Dr. Darío Gil, Direktur Misi Genesis sekaligus Wakil Sekretaris DOE untuk Sains, perjanjian ini akan mengangkat seluruh ekosistem riset dan pengembangan (R&D) Amerika Serikat. “Perjanjian ini membantu memajukan Perintah Eksekutif Presiden Trump untuk membangun platform AI nasional bagi penemuan ilmiah dan mengangkat seluruh ekosistem R&D AS,” ujarnya.

Proyek Genesis sendiri dimulai bulan lalu melalui perintah eksekutif yang dikeluarkan Presiden Trump. Pada awal bulan ini, DOE mengumumkan pendanaan sebesar US$320 juta atau Rp5,3 triliun untuk empat inisiatif utama sebagai bagian dari proyek Genesis.

Inisiatif tersebut mencakup pengembangan American Science Cloud (AmSC) sebagai infrastruktur utama Genesis, Konsorsium Model AI Transformasional (Transformational AI Model Consortium/ModCon) untuk pengembangan model AI, serta sejumlah proyek yang berfokus pada kurasi kumpulan data dan pengembangan model AI tervalidasi untuk kebutuhan ilmiah.

Perusahaan neocloud CoreWeave juga termasuk dalam daftar penandatangan kerja sama dengan DOE. Perusahaan penyedia layanan sewa GPU ini menyatakan rencananya untuk menghadirkan platform cloud AI yang dirancang khusus guna mendukung beban kerja ilmiah tingkat lanjut. CEO CoreWeave, Michael Intrator, mengatakan Genesis mewakili komitmen nasional yang sangat penting untuk mempercepat penemuan ilmiah sekaligus menegaskan kembali kepemimpinan Amerika Serikat dalam bidang penelitian dan inovasi.

Di sisi lain, konsultan McKinsey & Company menilai perusahaan neocloud seperti CoreWeave perlu menyesuaikan model bisnis mereka dengan menawarkan layanan berbasis infrastruktur AI, bukan sekadar menyewakan waktu penggunaan GPU. Proyek Genesis dinilai dapat menjadi peluang strategis ke arah tersebut.

Sementara itu, anak usaha Google, DeepMind, dijadwalkan menyediakan model AI terdepan untuk kebutuhan sains serta perangkat agen AI bagi para ilmuwan di Laboratorium Nasional DOE. Inisiatif ini akan dimulai dengan penggunaan AI co-scientist di Google Cloud. Teknologi tersebut digambarkan sebagai kolaborator ilmiah virtual multi agen yang dibangun di atas Gemini, yang telah dilatih menggunakan chip TPU AI berbasis cloud milik Google.

OpenAI juga menyatakan bahwa perjanjian ini melanjutkan kerja sama yang telah terjalin dengan Laboratorium Nasional DOE, sekaligus membuka peluang untuk pembahasan dan pengembangan perjanjian lanjutan seiring terbentuknya proyek-proyek spesifik.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar