Apa Itu Toxic Productivity? Ketika Kesibukan Merusak Diri

Apa Itu Toxic Productivity? Ketika Kesibukan Merusak Diri

Dunia olahraga tengah memanas hari ini. Terkait Apa Itu Toxic Productivity? Ketika Kesibukan Merusak Diri, para suporter tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.


Pikiran Rakyat –
Apakah kamu termasuk orang yang selalu mencari kegiatan untuk dikerjakan, bahkan saat sedang beristirahat? Orang-orang dengan produktivitas tinggi seringkali dianggap memiliki kualitas yang baik dan mendapat pujian dari banyak pihak. Namun, terlalu fokus pada produktivitas bisa memicu kondisi yang disebut toxic productivity. Apa itu toxic productivity?

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Secara sederhana, toxic productivity adalah situasi di mana seseorang terus-menerus merasa harus bekerja agar dianggap produktif, bahkan jika pekerjaan tersebut tidak benar-benar diperlukan. Mereka akan terus bekerja ekstra, meskipun tubuh sudah lelah atau tidak ada tuntutan nyata. Kebiasaan ini sering kali membuat mereka merasa puas hanya ketika banyak pekerjaan selesai. Jika tidak bekerja, mereka justru merasa bersalah.

Di era media sosial yang begitu cepat, kita sering melihat narasi bahwa setiap detik harus menghasilkan sesuatu. Narasi ini tidak sepenuhnya salah karena menjadi produktif memang positif dan bisa menjadi salah satu kunci kesuksesan. Namun, segala hal yang dilakukan secara berlebihan justru bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental.

Berikut beberapa ciri-ciri dari toxic productivity:

  • Merasa bersalah jika tidak melakukan apapun, bahkan di hari libur.
  • Terobsesi dengan daftar pekerjaan dan merasa gagal jika ada yang terlewat.
  • Merasa tidak pernah produktif meskipun telah mencapai banyak hal.
  • Menolak waktu luang demi melakukan aktivitas tambahan, meski tubuh sudah lelah.
  • Mengabaikan kesehatan seperti olahraga, makan, dan tidur demi menyelesaikan pekerjaan.

Untuk mengatasi toxic productivity, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Sadari bahwa kamu punya masalah!
    Solusi utama dari setiap masalah adalah kesadaran diri. Jika kamu tidak menyadari bahwa kamu terjebak dalam toxic productivity, maka kamu akan terus-menerus menyiksa diri sendiri. Perhatikan apakah kamu memiliki ciri-ciri seperti rasa bersalah ketika beristirahat. Ini bisa menjadi tanda bahwa kamu perlu berhenti dan merefleksikan diri.

  2. Jangan terlalu banyak bertanya "Apa yang harus saya lakukan sekarang?"
    Langkah kedua adalah mengurangi pertanyaan ini. Banyak orang hanya melihat pencapaianmu, bukan seberapa keras kamu bekerja. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan jam kerja yang sesuai dengan batasan dirimu sendiri. Dengan begitu, kesehatan, waktu luang, dan hubungan dengan orang lain tetap terjaga.

  3. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas!
    Salah satu tantangan terbesar dari toxic productivity adalah rasa puas ketika menyelesaikan banyak pekerjaan. Padahal, tidak semua pekerjaan yang kamu selesaikan berdampak langsung pada tujuan utamamu. Untuk mengatasinya, ubah pola pikirmu dari "seberapa banyak yang kamu kerjakan" menjadi "seberapa bermakna hasil kerjamu". Hasil yang baik lahir dari kerja mendalam tanpa gangguan (deep work), bukan multitasking yang terburu-buru.

  4. Lakukan perawatan diri dan hobi!
    Orang yang terjebak dalam toxic productivity biasanya tidak punya waktu untuk merawat diri. Padahal, perawatan diri sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Aktivitas seperti berolahraga, menulis, membaca, berlibur, atau bermain musik bisa menjadi cara untuk melepas stres. Akhirnya, aktivitas menyenangkan yang kamu lakukan untuk diri sendiri juga akan meningkatkan produktivitas pekerjaanmu.

Menjadi produktif memang hal yang membanggakan, tetapi tidak semua hal harus kamu kerjakan. Selama kamu menjadi manusia yang utuh dan bermanfaat, kamu layak bangga dengan diri sendiri. Jadi, sudahkah kamu bernapas lega hari ini?

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar