
Aksi Kocak Petugas KUA Menteng Viral di Media Sosial
Video yang menampilkan aksi "Tepuk Sakinah" oleh petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Menteng, Jakarta Pusat, kini menjadi sorotan di media sosial. Video ini viral karena disajikan dengan gaya yel-yel penuh humor saat memberikan tips pernikahan bagi calon pengantin. Aksi kocak dari tiga petugas KUA, dua pria dan satu wanita, membuat warganet terhibur.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam video tersebut, para petugas melakukan gerakan yel-yel sederhana sambil menyampaikan tips pernikahan. Yang membuat warganet makin tertarik adalah fakta bahwa dua pria dalam video itu merupakan bapak-bapak yang berprofesi sebagai penghulu dan penyuluh di KUA Menteng. Meskipun video ini sudah diunggah sejak Desember 2024, kembali ramai setelah dibagikan ulang oleh warganet.
Penghulu di KUA Menteng, Abdul Hakim, menjelaskan bahwa Tepuk Sakinah merupakan cara untuk memberikan pemahaman yang menghibur kepada para calon pengantin. Tujuan utamanya adalah sebagai icebreaking dalam bimbingan perkawinan (binwin). Menurutnya, jika materi hanya disampaikan secara monoton, peserta bisa merasa suntuk.
Materi yang Disampaikan dalam Tepuk Sakinah
Tepuk Sakinah mengandung lima pilar penting menuju keluarga sakinah. Kelima pilar tersebut antara lain:
- Zawaj atau berpasang-pasangan: Membentuk hubungan yang harmonis.
- Mitsaqan Ghalizha: Janji kokoh dalam ijab kabul.
- Muu2019asyarah bil Mau2019ruf: Saling berbuat baik, mencintai, menghormati, dan menjaga.
- Musyawarah: Setiap rencana dalam keluarga sebaiknya dibicarakan bersama.
- Taradhin: Saling ridho, menerima kelebihan dan kekurangan pasangan karena Allah SWT.
Hakim menjelaskan bahwa gerakan dalam Tepuk Sakinah pertama kali diperoleh dari fasilitator saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Kemenag Pusat. Namun, demi membuat suasana lebih hidup, KUA Menteng menambahkan musik sederhana agar lebih mudah diingat oleh para calon pengantin.
Reaksi Terhadap Tepuk Sakinah
Viralnya Tepuk Sakinah di media sosial sempat mengejutkan pihak KUA Menteng. Meski begitu, Hakim menegaskan bahwa tujuannya murni untuk edukasi, bukan sekadar hiburan. Ia menekankan bahwa niat awalnya adalah memudahkan para calon pengantin memahami materi. u201cSama sekali bukan untuk merendahkan. Justru ini cara agar pembelajaran lebih menyenangkan,u201d tegasnya.
Ia pun menanggapi santai adanya pro-kontra di masyarakat. Menurutnya, sesuatu yang viral pasti akan memiliki pro dan kontra. Namun, ia percaya bahwa jika orang memahami tujuan utamanya, mereka akan melihat sisi positifnya.
Penyebaran Tepuk Sakinah ke Berbagai Daerah
Kini, Tepuk Sakinah sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Hal ini tidak lepas dari jejaring fasilitator binwin yang mengikuti Bimtek bersama KUA Menteng. u201cKami share di grup-grup fasilitator, akhirnya dipakai di banyak provinsi. Jadi jangan heran kalau sekarang ada di mana-mana. Asalnya memang dari Menteng,u201d tutur Hakim.
Menurutnya, respon para calon pengantin saat mengikuti Tepuk Sakinah sangat positif. Suasana kelas binwin menjadi lebih hidup, tidak monoton, dan materi bisa lebih mudah terserap. u201cBiasanya kalau duduk lama-lama kan suntuk. Dengan tepuk ini, peserta bisa berdiri, tepuk tangan, sambil senang-senang tapi tetap belajar. Itu tujuan utamanya,u201d kata dia.
Komentar
Kirim Komentar