Kesehatan Fahmi Menurun, Sesak Napas Menghantui dan Hanya Bisa Berbaring di Kos

AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

Trading Autopilot menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang membantu Anda melakukan trading di market spot (Bukan Future) secara otomatis di Binance & Bitget dengan cepat, mudah, dan efisien.

Binance Bitget

Mengapa Trading Crypto Menggunakan Aio Trade?

Aio Trade cocok digunakan untuk semua kalangan, baik Trader Pemula, Profesional, maupun Investor.

24/7 Trading

Aio Trade bekerja sepanjang waktu tanpa henti.

Cepat & Efisien

Menganalisa kondisi pasar secara otomatis.

Strategi AI

Menggunakan AI untuk strategi profit maksimal.

Fitur Timeframe

Memantau harga sesuai timeframe pilihan.

Manajemen Risiko

Mengelola modal otomatis untuk minim risiko.

Averaging & Grid

Teknik Averaging & Grid dioptimalkan AI.

Featured Image

Kehidupan Fahmi Bo yang Penuh Tantangan

Fahmi Bo, seorang komedian ternama di Indonesia, kini sedang menjalani masa sulit akibat kondisi kesehatannya yang memburuk. Selama beberapa tahun terakhir, ia terus berjuang melawan penyakit yang menghimpit tubuhnya. Penyakit-penyakit seperti diabetes dan pengapuran tulang telah membuat kehidupannya menjadi sangat berbeda dari sebelumnya.

Kondisi kesehatan Fahmi memaksa dirinya untuk tidak lagi bisa bekerja atau melakukan aktivitas harian secara normal. Ia kini bergantung pada bantuan orang-orang terdekat, termasuk keluarga dan kerabat dekat. Sehari-hari, ia ditemani oleh anak-anak dan mantan istrinya yang saling bergantian menjaga. Mereka bertanggung jawab atas kebersihan ruang tinggalnya serta asupan makanan dan vitamin yang dibutuhkannya.

Pada hari Senin (29/9), kami berkunjung ke kosan Fahmi Bo yang terletak di kawasan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Bangunan sederhana dengan luas sekitar 3x7 meter ini menjadi tempat tinggalnya selama beberapa waktu. Di depan teras kecil, terdapat kursi roda yang digunakan oleh Fahmi setiap kali ia ingin berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Saat pintu diketuk, seorang anak laki-laki membuka pintu dan mempersilahkan kami masuk ke dalam kamar ayahnya. Di balik pintu yang tertutup rapat, Fahmi terbaring di atas ranjang. Ruangan sempit ini menyatu dengan dapur mungil, sementara pintu kamar mandi berada di sisi kiri. Di sudut ruangan, terdapat tabung oksigen dan botol infus yang sesekali dipasang saat napasnya sesak.

Di samping ranjang, terdapat meja kecil yang dilengkapi beberapa roti dan susu yang tersusun rapi. Meski tampak lemah, Fahmi tetap memberikan senyuman hangat kepada kami. Ia kemudian menjelaskan kondisinya saat ini.

“Masih seperti ini kondisinya. Masih belum bisa apa-apa. Masih belum bisa jalan, pokoknya ada masalah kaki, jadi di tempat saja,” ujarnya dengan napas yang terdengar berat. Setiap kata yang keluar terdengar perlahan, diselingi tarikan napas panjang. Ia terlihat ngos-ngosan meskipun aktivitasnya tidak banyak.

“Kalau pernapasan masih sesak. Kemarin sempat pakai infus, sekarang enggak ada. Pas butuh saja. Pas butuh, baru pakai infus. Kalau sudah mulai sesak napasnya, baru pakai oksigen,” tambahnya.

Fahmi juga mengeluhkan sakit di bagian kakinya yang mengalami pengapuran. Ia berharap dokter ortopedi bisa datang ke kediamannya untuk mengecek kondisinya.

“Harus check up lagi masalah kaki. Cuma kan kondisinya, kaki saya gini. Kalau pakai ambulans kan mahal bayarannya. Penginnya sih ada dokter ortopedi yang bisa datang ke sini. Penginnya gitu,” ujarnya.

Selama tiga tahun terakhir, kesehatan Fahmi terus menurun. Awalnya hanya pengapuran tulang, namun belakangan ia juga didiagnosis mengalami lemah jantung. Kondisinya semakin memburuk dalam empat bulan terakhir, hingga membuatnya tak lagi mampu berjalan.

“Jantung juga komplikasinya. Kemarin sempat ke rumah sakit Harapan Kita, kata dokter itu karena lemah jantung,” ucapnya.

Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga semangat hidupnya. Dengan bantuan keluarga dan orang-orang terdekat, ia berharap dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasanya.