Judul: Larangan Marah dan Anjuran Menahan Amarah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
alhamdulillahirobbilalamin robbihi nasta'in wa ala umuriddunya waddin washolatu wassalamu ala asrofil ambilin mursalin wa'ala alihi wasohbihi ajma'in Amma ba'du
pertama-tama dan paling utama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, atas berkat kebaikan-Nya, kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini.
Kemudian tidak lupa sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Nabi bana wanabiyana warosulana kangjeng nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, sampai kepada kita umatnya di yaumil akhir.
disini saya akan menyampaikan dakwah singkat yang berjudul
*"larangan marah dan anjuran menahan amarah"*
Marah adalah sifat manusia yang wajar, namun Islam mengajarkan agar kita menahan amarah karena marah bisa menimbulkan dosa dan permusuhan. Rasulullah sabdanya: pernah menasihati seorang sahabat yang meminta nasihat dengan
"Jangan marah." (HR. Bukhari)
Beliau mengulanginya beberapa kali, karena dari marah bisa muncul kata-kata dan perbuatan yang menyakiti orang lain.
Allah juga memuji orang-orang yang mampu mengendalikan amarahnya dalam Al-Qur'an, surah Ali Imran ayat 134:
"(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan
(kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan."
(QS. Ali Imran: 134)
Dari ayat ini, kita diajarkan untuk menjadi pribadi yang sabar, menahan emosi, dan mudah memaafkan. Karena orang yang bisa menahan marah bukanlah lemah, justru dia kuat di hadapan Allah.
Semoga kita semua mampu menahan amarah dan menjadi hamba yang dicintai Allah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Komentar
Tuliskan Komentar Anda!