1. Latar belakang
Syekh Nawawi Al Bantani lahir pada tahun 1813 Masehi di desa Tanara kecamatan Tirtayasa Serang Banten.
Dan beliau wafat pada tahun 1897 masehi di Mekah Al Mukaromah Arab Saudi beliau dimakamkan di Magelang tempat pemakaman para ulama dan sahabat. Beliau berasal dari keluarga ulama, ayahnya bernama kyai haji Umar bin Arabi seorang penghulu ( qadhi ) di Tanara. Keluarganya dikenal religius, ahli ibadah dan dihormati masyarakat.
Lingkungan keluarga yang penuh dengan nilai agama membuat syekh Nawawi sudah membaca Alquran sejak kecil. Dikenalkan kepada ilmu agama oleh ayah dan kerabatnya sendiri. Terbiasa dengan aktivitas keilmuan sehingga kita pada ilmu tumbuh sejak usia dini.
Kanara adalah daerah dengan tradisi kuat mengaji di surau pelajari kitab kuning kehidupan masyarakat yang memuliakan ulama. Hal ini membentuk karakter beliau yang tawadhu, sederhana, tapi sangat tekun. Mempunyai semangat besar untuk belajar ke luar negeri dan memiliki mental kuat sebagai calon ulama besar.
2. Perjalanan menuntut ilmu
Syekh Nawawi Al Bantani Belajar Alquran nahwu fiqih dan dasar-dasar agama dari ayahnya dan ulama kampung. Kemudian ia melanjutkan belajar kepada ulama besar di Jawa Barat. Pada usia sangat muda sekitar 13 sampai 15 tahun beliau sudah meninggalkan kampung untuk memperdalam ilmu. Pada usia sekitar 15 tahun beliau berangkat ke Mekah. Di sana beliau belajar bertahun-tahun, kemudian menetap dan mengajar di Masjidil haram. Selain di Mekah, beliau sempat belajar kepada para ulama di Madinah. Syekh Nawawi berguru kepada banyak ulama besar Haramain diantaranya:
1. Guru syekh Ahmad khatib Sambas yang merupakan ulama besar asal Sambas ahli tasawuf dan fiqih.
2. Syekh Ahmad Zaini Dahlan. Bukti besar Mekah salah satu ulama paling berpengaruh abad ke-19
3. Syekh Umar Al syami. Guru besar bidang tafsir dan hadis
4. Syekh Muhammad Jamil. Ahli fikih dan pengajar Masjidil haram
5. Ulama lainnya dari Mesir Yaman Turki dan Maroko yang mengajar di Masjidil haram.
Perjalanan menuntun ilmu
Dalam perjalanan menuntut ilmu beliau mempunyai tantangan terbesar dalam hidupnya
a. Perjalanan sangat jauh dan berbulan-bulan
Dari Banten ke Mekah harus naik kapal laut selama 6 sampai 12 bulan. Banyak risiko seperti badai, penyakit, perompak dan minimnya bekal.
B. Tekanan politik kolonial Belanda
Nusantara berada di bawah penjajahan. Ulama sering diawasi dan dicurigai ketika pergi ke Mekah bahkan ada pembatas bagi jamaah yang akan belajar ke Timur.
C. Persaingan ilmiah yang ketat
Maka adalah tempat berkumpulnya ulama dunia. Beliau harus bersaing dengan pelajar dari Mesir, syam, Turki, Yaman, India dan Afrika.
D. Hidup sederhana dan minim biaya
Biaya hidup sangat tinggi. Beliau hidup dengan sangat sederhana kadang hanya bisa makan sekali sehari.
Kurangnya fasilitas belajar
Tidak ada buku cetak yang mudah didapat. Banyak kitab harus ditulis ulang sendiri dengan tangan.
3. Karya Intelektual Syaikh Nawawi al-Bantani
Syaikh Nawawi dikenal sebagai “Pengarang produktif”. Ia menulis lebih dari 100 kitab dalam fiqih, tafsir, tasawuf, akhlak, hadis, dan tata bahasa Arab. Banyak karyanya masih dipelajari di pesantren Indonesia, Malaysia, Thailand, Yaman, dan Mesir.
Berikut karya penting dan paling terkenal:
1. Tafsir al-Munir li Ma’rifati Tafsir al-Qur’an (Marāḥ Labīd)
Isi Singkat
Tafsir al-Qur’an yang ringkas, padat, dan mudah dipahami.
Menggabungkan penjelasan bahasa, hukum, dan makna spiritual.
Menggunakan metode tahlili (menafsirkan ayat per ayat).
Pengaruh
Menjadi salah satu tafsir Nusantara yang diakui ulama Timur Tengah.
Dipakai luas di pesantren dan universitas Islam Asia Tenggara.
2. Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadiin
Isi Singkat
Kitab fiqih mazhab Syafi’i, tingkat menengah.
Membahas ibadah (salat, zakat, puasa), muamalah, pernikahan, dan hukum lainnya.
Pengaruh
Dijadikan kitab standar fiqih di banyak pesantren.
Membantu umat memahami fiqih secara sistematis dan praktis.
3. Kasyifatus Saja ‘ala Safinatun Najah
Isi Singkat
Syarah (penjelasan) dari kitab Safinatun Najah.
Menjelaskan fiqih dasar untuk pemula.
Pengaruh
Menjadi kitab fiqih pemula yang paling banyak dipelajari di pesantren Indonesia dan Malaysia.
Sangat mudah dipahami santri baru.
4. Uqudul Lujain fi Bayani Huquq al-Zawjain
Isi Singkat
Kitab tentang etika dan hak-kewajiban dalam rumah tangga.
Membahas peran suami-istri secara Islami, adab keluarga, dan akhlak rumah tangga.
Pengaruh
Menjadi rujukan bagi ulama dan masyarakat dalam pembinaan keluarga Islami.
Banyak dikaji di majelis taklim dan pesantren putri.
5. Sulam al-Fudhola
Isi Singkat
Kitab akhlak dan tasawuf praktis.
Membahas sifat terpuji dan tercela serta cara memperbaikinya.
Pengaruh
Berperan dalam pembentukan karakter santri dan masyarakat Muslim Nusantara.
6. Mirqat Su’ud at-Taṣdīq
Isi Singkat
Penjelasan (syarah) kitab ‘Aqidatul ‘Awwam tentang tauhid.
Menjelaskan sifat-sifat Allah secara sederhana.
Pengaruh
Menjadi rujukan utama aqidah Asy’ariyah di pesantren dasar.
Dipelajari di Indonesia, Malaysia, dan Afrika Timur.
7. Tanqih al-Qawl (Syarah Fathul Qarib)
Isi Singkat
Penjelasan mendalam tentang kitab fiqih Fathul Qarib.
Digunakan untuk jenjang menengah-atas dalam fiqih.
Pengaruh
Mengukuhkan Syaikh Nawawi sebagai ahli fiqih Syafi’i kelas dunia.
Jadi pegangan banyak ulema dan mu’allim di Timur Tengah.
Pengaruh Besar Karya Syaikh Nawawi terhadap Dunia Islam
1. Menjadi rujukan utama pesantren Nusantara
Hampir semua pesantren salaf (tradisional) masih memakai kitab beliau hingga hari ini.
2. Diakui sebagai ulama internasional
Kitab-kitabnya dipelajari di Mekkah, Madinah, Mesir, Yaman, India, dan Afrika Timur.
3. Menghidupkan tradisi keilmuan Mazhab Syafi’i
Beliau memperkuat posisi mazhab Syafi’i di Asia Tenggara.
4. Memberikan akses ilmu fiqih, tafsir, dan tasawuf yang mudah dipahami
Gaya penulisannya jelas, terstruktur, dan ramah bagi penuntut ilmu.
5. Mencetak generasi ulama besar
Seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Mahfudz al-Tarmasi, dan ulama lainnya.
4. Peran dan Kontribusi Global
Bidang apa beliau dikenal di dunia internasional?
Al-Battani dikenal di seluruh dunia sebagai ilmuwan astronomi dan matematika.
Kontribusinya sering dibahas dalam kajian ilmu pengetahuan global, terutama:
Astronomi (Ilmu Falak) – Inilah bidang yang membuat namanya diakui di dunia Barat dan dunia Islam.
Matematika/Trigonometri – Ia dianggap salah satu peletak dasar trigonometri modern.
Ilmu Falak Syariah – Pemikiran falaknya dipakai dalam penentuan kalender Hijriah dan waktu ibadah.
Tidak terkenal dalam bidang fiqih, tafsir, dakwah, atau politik. Fokus utamanya memang ke sains.
Negara mana saja yang menjadi tempat perjuangannya?
Harran, Mesopotamia (sekarang Turki) – Tempat kelahiran dan awal pendidikannya.
Ar-Raqqah (Suriah) – Tempat ia membangun observatorium, melakukan penelitian, dan menulis karya besarnya Zij al-Sabi’.
Baghdad (Irak) – Pusat intelektual pada masa itu; karya dan penelitiannya dikaji para ilmuwan Abbasiyah.
Walaupun tidak “berjuang” dalam arti politik, karya ilmiahnya menjadi kontribusi penting bagi peradaban global.
---
5. Murid dan Jaringan Keilmuan
Al-Battani tidak dikenal sebagai guru madrasah besar, sehingga daftar murid langsung tidak banyak dicatat. Namun pengaruh ilmunya kuat dan meluas.
Tokoh yang banyak mengambil manfaat atau merujuk hasil kerjanya antara lain:
Ibnu Yunus (ilmuwan astronomi Mesir)
Al-Biruni
Ibnu Sina (Avicenna) – Mengutip data astronomi Al-Battani.
Copernicus – Menggunakan data perhitungan Al-Battani dalam De Revolutionibus (karya yang memulai revolusi astronomi Eropa).
Walaupun bukan murid langsung, hubungan keilmuan dalam sejarah Islam sering terjadi melalui transmisi karya, bukan tatap muka.
---
6. Perjuangan dan Keteguhan Iman
Apa bentuk perjuangan beliau dalam tantangan zamannya?
Perjuangan Al-Battani bukan dalam bentuk fisik atau perang, tetapi:
1. Mengembangkan ilmu pengetahuan di tengah masa penuh konflik politik Dinasti Abbasiyah.
Ia tetap melakukan riset meskipun kondisi sosial-politik tidak stabil.
2. Membela pentingnya ilmu falak dalam kehidupan umat Islam.
Ia menyempurnakan perhitungan kalender Hijriah, arah kiblat, hingga waktu ibadah.
3. Membuktikan bahwa Islam sangat menghargai ilmu dan rasionalitas.
Ini adalah perjuangan intelektual yang besar dalam mempertahankan kejayaan ilmiah Islam.
---
Bagaimana beliau menunjukkan keberanian dalam berdakwah?
Al-Battani bukan seorang pendakwah dalam arti khutbah atau gerakan dakwah massal. Namun keberaniannya terlihat dari:
Komitmennya meneliti kebenaran ilmiah, meskipun beberapa temuannya berbeda dari tradisi Yunani atau ilmuwan sebelumnya.
Keberanian menyampaikan temuan baru yang kemudian menjadi pijakan ilmiah di dunia Islam maupun Eropa.
Ketekunan bekerja ilmiah sebagai bentuk ibadah, karena ilmu falak sangat berhubungan dengan syariat: penentuan qiblat, waktu salat, awal bulan, dan seterusnya.
Dalam sejarah Islam, keberanian ilmiah seperti ini dianggap bagian dari jihad ilmu.
Nilai-Nilai Keteladanan
7.Nilai-nilai yang menonjol dari Al-Battani:
Tekun dan disiplin dalam pengamatan ilmiah
Keberanian mencari kebenaran meski berbeda dari teori lama
Rendah hati, karena tidak mempromosikan diri
Semangat belajar sepanjang hayat
Kecintaan pada ilmu dan kemajuan umat
---
8. Relevansi untuk Generasi Sekarang
Nilai-nilai Al-Battani yang bisa diterapkan remaja masa kini:
Belajar dengan sabar dan tekun
Tidak mudah percaya, tapi memeriksa fakta (critical thinking)
Menggunakan ilmu untuk kebaikan masyarakat
Rajin mencoba hal baru dan tidak takut salah
Mengatur waktu antara usaha, belajar, dan ibadah
9. Inspirasi Pribadi — Pertanyaan untuk Al-Battani
Pertanyaan:
“Bagaimana cara Anda tetap tekun meneliti selama puluhan tahun meski dengan alat yang sangat sederhana?”
Alasan:
Karena dalam era sekarang banyak remaja mudah menyerah dan sulit fokus. Mengetahui rahasianya akan membantu kami belajar lebih konsisten.
---
10. Karya Kreatif — Kutipan/Puisi Pendek
Puisi Singkat: “Langit Al-Battani”
Di bawah langit yang tak pernah tidur,
Al-Battani menatap cahaya waktu.
Bukan sekadar bintang yang ia hitung,
tapi harapan bagi umat yang haus ilmu.
Dari Raqqa ia menulis peradaban,
dengan kesabaran yang melebihi malam.
Jejaknya tetap abadi,
mengajarkan kami:
Belajarlah, meski gelap—
karena ilmu adalah cahaya yang tak padam.


Komentar
Tuliskan Komentar Anda!