
Penyaluran Pupuk Subsidi Masih Jauh dari Target
Pemenuhan penyaluran pupuk subsidi di Indonesia masih jauh dari target yang ditetapkan. Dalam data terbaru, hingga 24 September, realisasi penyaluran hanya mencapai 5,5 juta ton atau sekitar 58 persen dari total alokasi sebesar 9,55 juta ton untuk tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa capaian penyaluran pupuk subsidi belum sesuai dengan harapan.
Senior Vice President Strategi Penjualan dan Pelayanan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Deni Dwiguna Sulaeman, mengakui bahwa realisasi penyaluran pupuk subsidi saat ini masih rendah dan berada di bawah target. Ia menjelaskan bahwa pada bulan September ini, jumlah pupuk subsidi yang harus tersalurkan seharusnya mencapai 75 persen dari total alokasi. Dengan demikian, di kuartal keempat tahun ini, penyaluran diharapkan bisa mencapai lebih dari 90 persen.
Meskipun demikian, Deni menyadari bahwa PIHC tidak akan mampu memenuhi target penyaluran di atas 90 persen pada tahun ini. Ia menyebut hal ini menjadi evaluasi bagi perusahaan. “Stok pupuk kami cukup, karena kapasitas produksi sudah mampu mengantisipasi kebutuhan pada musim tanam,” ujarnya dalam diskusi bersama Ombudsman RI di Jakarta Selatan, Kamis, 25 September 2025.
Namun, Deni menegaskan bahwa PIHC tetap berupaya meningkatkan penyaluran pupuk subsidi menjelang akhir tahun. Hal ini didorong oleh tren permintaan yang mulai meningkat belakangan ini. Data menunjukkan bahwa permintaan pupuk subsidi mencapai rata-rata 30 ribu ton per hari. Meski begitu, ia mengakui bahwa dengan sisa waktu yang ada, alokasi pupuk subsidi hingga akhir tahun tetap di bawah target.
Deni menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penyebab rendahnya penyaluran pupuk subsidi. Evaluasi ini akan dilakukan mulai dari tingkat daerah hingga skala nasional. Ia juga ingin mengetahui apakah penurunan penyaluran disebabkan oleh penurunan permintaan dari masyarakat atau adanya kesalahan dari sisi regulasi.
“Target kami biasanya adalah 90 persen penyaluran. Namun, sampai saat ini, prognosis kami menunjukkan bahwa bahkan di akhir tahun, penyaluran hanya mencapai sekitar 90 persen,” tambahnya.
Dalam diskusi bertajuk Evaluasi Tata Kelola Subsidi Pupuk Saat Ini bersama Ombudsman, Deni turut membahas ketersediaan stok pupuk subsidi di gudang-gudang PIHC seluruh Indonesia. Stok yang tersedia pada 24 September mencapai 919 ribu ton untuk jenis Urea dan 655 ribu ton untuk NPK. Menurut Deni, jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun setiap provinsi di Tanah Air.
Tantangan dan Upaya Perbaikan
Penyaluran pupuk subsidi yang belum mencapai target menunjukkan adanya tantangan yang perlu segera diatasi. Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi adalah distribusi yang tidak merata di berbagai daerah. Selain itu, masalah logistik dan koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha juga bisa menjadi kendala.
Untuk mengatasi hal ini, PIHC berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem distribusi dan meningkatkan efisiensi. Dengan evaluasi yang dilakukan, perusahaan berharap dapat menemukan solusi yang tepat agar penyaluran pupuk subsidi dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Selain itu, PIHC juga akan terus memantau perkembangan permintaan pasar serta menyesuaikan produksi sesuai dengan kebutuhan. Dengan pengawasan yang ketat dan komunikasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan penyaluran pupuk subsidi dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang.
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!