
aiotrade, JAKARTA — Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan kritik terhadap praktik pembesaran angka pertumbuhan ekonomi yang tidak realistis. Ia berjanji akan menindak proyek-proyek yang hanya bertujuan menampilkan capaian semu tanpa memberikan nilai nyata.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
“Seluruh perencanaan harus berlandaskan fakta, mengejar pertumbuhan yang solid dan nyata tanpa berlebihan, serta mendorong pembangunan berkualitas tinggi dan berkelanjutan,” ujar Xi dalam pidatonya di Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (Central Economic Work Conference).
Dalam pidatonya, Xi menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertindak gegabah tanpa mempertimbangkan kondisi riil, menetapkan target berlebihan, atau mengalokasikan sumber daya tanpa perhitungan matang harus dimintai pertanggungjawaban secara tegas. Ia menggunakan bahasa yang lugas untuk menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi.
Beberapa penyimpangan yang disoroti oleh Xi antara lain:
Pembangunan kawasan industri berukuran raksasa yang tidak perlu.
Ekspansi pameran dan forum daerah yang tidak teratur.
Manipulasi statistik.
Praktik peletakan batu pertama palsu.
Pernyataan yang relatif langsung dan spesifik ini mencerminkan kekhawatiran Xi terhadap kualitas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) serta efektivitas penggunaan sumber daya keuangan. Hal ini terutama di tengah lonjakan utang pemerintah daerah yang semakin membatasi ruang fiskal.
Akses terhadap data ekonomi di Tiongkok selama ini dikenal sensitif dan terkontrol ketat, sehingga menyulitkan pengamat untuk menilai kondisi perekonomian secara menyeluruh.
Xi juga menekankan bahwa kinerja pejabat tidak seharusnya dinilai semata-mata berdasarkan laju pertumbuhan PDB. Namun, lebih dari itu, harus melihat capaian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas. Menurutnya, upaya membangun fondasi ekonomi jangka panjang sama pentingnya dengan langkah mendorong pertumbuhan dalam jangka pendek.
Pernyataan tersebut mengindikasikan keinginan Xi untuk merombak sistem penilaian kinerja pejabat daerah. Selama bertahun-tahun, performa ekonomi, khususnya angka pertumbuhan jangka pendek, menjadi faktor dominan dalam keputusan promosi jabatan.
Meski pendekatan itu membantu Tiongkok mencapai pertumbuhan pesat dalam beberapa dekade terakhir, dampak negatifnya seperti penumpukan utang daerah dan kelebihan kapasitas akibat serbuan investasi ke sektor-sektor yang sama, mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam konferensi tersebut, Xi menyerukan agar sistem evaluasi dibuat lebih terarah dan ilmiah, sehingga benar-benar berfungsi efektif layaknya tongkat komando. Sebagai contoh capaian berdampak jangka panjang, Xi menyoroti terobosan dalam kemandirian teknologi, perbaikan kualitas udara, serta pertumbuhan energi terbarukan. Menurutnya, kemajuan di sektor-sektor tersebut dicapai melalui upaya yang konsisten dan berkelanjutan.
Xi juga memperingatkan agar investasi yang tidak efisien, yang menyebabkan proyek terbengkalai tak lama setelah rampung, harus dicegah. Dia meminta pejabat mencermati perlambatan investasi modal belakangan ini, namun tetap menyikapinya dengan tenang.
Investasi aset tetap tercatat turun 2,6% dalam 11 bulan pertama tahun ini, menempatkannya pada jalur penurunan tahunan pertama setidaknya sejak 1998, sejak data pembanding tersedia.
Komentar tersebut sejalan dengan pernyataan Xi sebelumnya tahun ini, ketika dia menegur pejabat daerah yang berbondong-bondong masuk ke industri baru yang sama. Hal ini mengisyaratkan meningkatnya frustrasi di tingkat pusat terhadap implementasi kebijakan di lapangan.
“Setiap kali meluncurkan proyek baru, isinya selalu itu-itu saja: kecerdasan buatan, daya komputasi, kendaraan energi baru. Apakah setiap provinsi harus mengembangkan industri yang sama?” kata Xi pada Juli lalu.
Komentar
Kirim Komentar