Waktu Sholat Dhuha: Mulai Sampai Kapan? Niat, Cara, dan Maknanya

Waktu Sholat Dhuha: Mulai Sampai Kapan? Niat, Cara, dan Maknanya

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Waktu Sholat Dhuha: Mulai Sampai Kapan? Niat, Cara, dan Maknanya, berikut adalah fakta yang berhasil kami himpun dari lapangan.
Waktu Sholat Dhuha: Mulai Sampai Kapan? Niat, Cara, dan Maknanya

Waktu Sholat Dhuha yang Tepat

Dalam benak kita, mungkin sempat terbersit pertanyaan: sebenarnya sholat dhuha itu sampai jam berapa sih? Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk mengulas lebih lengkap mengenai waktu pelaksanaan sholat dhuha.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sholat dhuha dikerjakan mulai dari jam 6 atau 7 pagi hingga jam 11 atau mendekati 15 menit sebelum waktu dzuhur. Namun, pendapat ulama tentang waktu mulainya shalat dhuha berbeda-beda.

Pendapat Ulama Syafi’iyah

Sebagian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu mulainya shalat dhuha adalah tepat setelah terbitnya matahari. Namun, dianjurkan untuk menundanya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan oleh An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah.

Sebagian ulama syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa shalat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak. Pendapat ini ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah.

Menurut Imam Abu Syuja’ dalam matan At-Taqrib, hal yang sama juga menjadi pendapat Imam Al-Albani. Beliau ditanya tentang berapakah jarak satu tombak. Beliau menjawab: “Satu tombak adalah 2 meter menurut standar ukuran sekarang.”

Menentukan Batas Akhir Waktu Sholat Dhuha

Batas akhir waktu shalat dhuha adalah sebelum waktu larangan shalat, yaitu ketika bayangan tepat berada di atas benda, tidak condong ke timur atau ke barat. Untuk menentukan batas akhir waktu dhuha, Anda bisa memperhatikan bayangan benda.

Selama bayangan benda masih condong ke arah barat, meskipun sedikit, berarti waktu dhuha masih ada. Ketika bayangan benda lurus dengan bendanya, tidak condong ke barat maupun ke timur, waktu shalat dhuha telah habis. Karena matahari persis berada di atas benda.

Ada sebagian yang memberikan acuan, yaitu kurang lebih 15 menit sebelum masuk dzuhur. Saat ini banyak kalender yang dilengkapi jadwal shalat yang diterbitkan oleh Depag atau Tarjih Muhammadiyah, termasuk beberapa kampus islam.

Anda bisa perhatikan, waktu terbit matahari dan waktu dzuhur. Berikut adalah batas waktunya:

  • Batas awal waktu dhuha: waktu terbit matahari + 15 menit
  • Batas akhir waktu dhuha: waktu dzuhur – 15 menit

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Jumlah rakaat sholat dhuha adalah minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Niat Sholat Dhuha

Niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatal Dhuha Rak'ataini Lillaahi Ta'alaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunah Dhuha dua raka'at, karena Allah ta'ala."

Tata Cara Sholat Dhuha

Untuk melaksanakan sholat dhuha 2 rakaat, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Rakaat Pertama

  1. Niat sholat Dhuha
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah Ad-Dhuha
  6. Ruku' dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
    Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih. Artinya: "Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya."

  7. I'tidal dengan tumakninah lalu membaca:

    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    Sami Allahu liman hamidah.
    Artinya: "Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya."
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
    Rabbana walakal hamdu.
    Artinya: "Rabb kami, milik-Mu segala pujian"

  8. Sujud dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
    Artinya: "Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya."

  9. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
    Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku."

  10. Sujud lalu membaca: > سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
    Artinya: "Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya."
  11. Berdiri lagi

Rakaat Kedua

  1. Membaca Surah Al-Fatihah
  2. Membaca Surah As-Syams
  3. Ruku' dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
    Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.
    Artinya: "Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya."

  4. I'tidal dengan tumakninah lalu membaca:

    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    Sami Allahu liman hamidah.
    Artinya: "Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya."
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
    Rabbana walakal hamdu.
    Artinya: "Rabb kami, milik-Mu segala pujian"

  5. Sujud dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
    Artinya: "Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya."

  6. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
    Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku."

  7. Sujud lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
    Artinya: "Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya."

  8. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah Berikut bacaan Tasyahud Akhir:

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
    At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin.
    Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah.
    Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim.
    Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.
    Artinya: "Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. "Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”

  9. Salam
  10. Membaca doa sholat Dhuha

Bacaan Doa Sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad Dhuha-a Dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka.
Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi Dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin.
Artinya: "Ya Allah, bahwasannya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh."

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Waktu Sholat Dhuha: Mulai Sampai Kapan? Niat, Cara, dan Maknanya. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar