Viktor Paragaye, Dokter Spesialis OAP Pertama dari Lapago Setelah 62 Tahun Papua Bergabung dengan NK

Viktor Paragaye, Dokter Spesialis OAP Pertama dari Lapago Setelah 62 Tahun Papua Bergabung dengan NK

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Viktor Paragaye, Dokter Spesialis OAP Pertama dari Lapago Setelah 62 Tahun Papua Bergabung dengan NK, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Sejarah Baru dalam Dunia Kesehatan Papua

Di balik Pegunungan Papua, sebuah sejarah panjang akhirnya terpecahkan. Setelah puluhan tahun Injil hadir di Lembah Baliem dan lebih dari enam dekade Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, satu nama kini dicatat sebagai tonggak perubahan, dr Victoria Paragaye, Spesialis Paru (Sp.P).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pada Minggu (14/12/2025), Victoria Paragaye resmi diyudisium di Universitas Indonesia, menandai kelahirannya sebagai dokter spesialis pertama Orang Asli Papua (OAP) dari wilayah adat Lapago. Sebuah capaian yang bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga simbol perlawanan terhadap stigma dan keterbatasan yang selama ini membayangi anak-anak Papua Pegunungan.

Intelektual Papua Pegunungan, dr Benyamin Lagoan, menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah yang datang setelah penantian panjang. “Setelah 71 tahun Injil masuk ke Lembah Baliem dan 62 tahun Papua bergabung dengan NKRI, baru hari ini kita menyaksikan lahirnya satu dokter spesialis asli Lapago. Ini bukan hal kecil, ini sejarah,” ujarnya.

Victoria berasal dari keluarga sederhana di Jayawijaya. Ayahnya dikenal sebagai birokrat senior Papua Pegunungan, yang sejak awal meyakini bahwa pendidikan adalah jalan pembebasan bagi orang Papua. Keyakinan itulah yang mengantar Victoria menembus ruang-ruang akademik yang selama ini terasa jauh dari jangkauan anak pegunungan.

Keberhasilannya meraih gelar spesialis paru sekaligus mematahkan mitos lama bahwa anak Papua pedalaman tidak mampu bersaing di dunia pendidikan tinggi dan profesi strategis.

Di tengah keterbatasan akses, fasilitas, dan dukungan sistemik, Victoria membuktikan bahwa kemampuan bukan soal asal-usul, melainkan soal kesempatan dan keberanian bermimpi. “Ia menjadi ‘Yohanes Pembuka Jalan’ bagi saudara-saudarinya. Jalan yang dulu tertutup, kini mulai terbuka,” kata dr. Benyamin.

Namun, di balik kebanggaan itu, terselip pertanyaan reflektif yang tajam. Mengapa setelah puluhan tahun pembangunan, baru satu dokter spesialis OAP asli Lapago yang lahir? Ke mana arah pembangunan sumber daya manusia selama ini?

“Apa yang kita bangun selama ini? Apakah membangun manusia Papua, atau sekadar membangun infrastruktur dan kepentingan lain?” ujar dr. Benyamin, mengutip pemikiran Pdt. Dr. Benny Giay, PhD, yang pernah mengingatkan tentang pembangunan yang bias pendatang.

Prestasi Victoria Paragaye kini menjadi cermin sekaligus harapan. Cermin yang memantulkan kekurangan kebijakan afirmatif, dan harapan bahwa perubahan masih mungkin terjadi bila negara dan pemerintah daerah sungguh-sungguh berinvestasi pada pendidikan OAP.

Di Pegunungan Tengah, kisah Victoria bukan akhir, melainkan awal. Awal dari mimpi baru bahwa suatu hari, rumah sakit-rumah sakit di Papua Pegunungan akan dipenuhi dokter-dokter spesialis putra-putri daerah, melayani bangsanya sendiri, dari tanah kelahiran mereka.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar