
Komisi I DPR Dukung Pembentukan Kodam Baru di Yogyakarta
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Komitmen Komisi I DPR dalam Penguatan Sistem Pertahanan
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan Kodam baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama ini, TNI Angkatan Darat (AD) mengandalkan Korem 072/Pamungkas untuk menjalankan tugas pertahanan di provinsi tersebut. Pembentukan Kodam baru dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan darat.
Selain itu, Komisi I DPR menilai bahwa pembentukan Kodam baru juga penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan wilayah dan menjaga stabilitas keamanan di DIY. Sebagai mitra kerja Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI AD, komisi ini menegaskan komitmen pengawasan terhadap seluruh tahapan pembentukan Kodam baru.
”Termasuk penetapan lahan yang hingga kini masih dalam proses, agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan pertahanan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI AD menjadi kunci agar pembentukan Kodam baru dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar akun media sosial resmi DPR RI.
Dinamika Sosial dan Politik di Wilayah Yogyakarta
Wilayah yang selama ini berada di bawah kendali Korem 072/Pamungkas memiliki tantangan dinamika sosial dan politik yang tinggi. Oleh karena itu, Komisi I DPR menilai diperlukan struktur komando yang lebih efektif dan responsif dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah tersebut.
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyebutkan bahwa kebutuhan lahan untuk mendukung pembangunan Kodam baru di DIY mendapat atensi dari Sultan Hamengkubuwono X. Menurutnya, ada banyak alternatif Sultan Ground atau Tanah Kesultanan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Kodam baru di Jogjakarta. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah Yogyakarta sebagai daerah rawan gempa.
”Kalau perkantoran bisa dibangun bangunan tahan gempa, tapi untuk amunisi, gudang persenjataan, saya kira itu menjadi pertimbangan tersendiri,” imbuhnya.
Kepedulian terhadap Desain Kodam yang Tahan Bencana
Komisi I DPR juga menyampaikan concern terhadap rencana pembentukan Kodam DIY. Yakni memastikan bahwa Kodam tersebut nantinya dirancang untuk tahan terhadap bencana. Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu (12/12), Komisi I DPR melakukan reses ke Korem 072/Pamungkas. Dalam kesempatan tersebut, rencana pembentukan Kodam di DIY turut dibahas.
Persiapan dan Koordinasi dengan Pihak Terkait
Melalui keterangan resmi, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan persiapan pembentukan Kodam baru di Yogyakarta. Termasuk audiensi yang sudah dilakukan dengan Sultan Hamengkubuwono X dan peninjauan lokasi potensial yang dilaksanakan bersama G.K.R. Mangkubumi.
Beberapa langkah penting telah dilakukan untuk memastikan bahwa pembentukan Kodam baru di DIY dapat berjalan secara optimal. Dengan adanya sinergi antara pihak-pihak terkait, diharapkan Kodam baru dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.
Komentar
Kirim Komentar