Uji Coba Incerator di Klungkung Bali Masih Menghasilkan Asap

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Uji Coba Incerator di Klungkung Bali Masih Menghasilkan Asap yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Uji Coba Incerator di Klungkung Bali Masih Menghasilkan Asap

Pengujian Mesin Incinerator di TOSS Klungkung, Masih Ada Tantangan Teknis

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung melakukan uji coba terhadap mesin incinerator yang telah dipasang di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Bali, pada Minggu 20 Oktober 2025. Mesin pemusnah sampah ini menggunakan sistem pembakaran dan dianggap belum optimal karena masih menghasilkan asap yang cukup pekat. Oleh karena itu, saat ini mesin tersebut belum dioperasikan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Mesin incinerator ini merupakan bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang disalurkan melalui Dinas Sosial sebagai dukungan terhadap program pengelolaan sampah daerah. Uji coba dilakukan dengan pengawasan langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria ingin memastikan bahwa teknologi incinerator yang diuji mampu bekerja secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan sampah di TOSS Center. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menekan volume sampah residu yang selama ini menumpuk di lokasi tersebut.

“Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan berkelanjutan di Klungkung,” ujar Bupati Satria.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya menjelaskan bahwa mesin tersebut telah dirakit di TOSS Center sejak empat bulan lalu. Namun, saat uji coba, muncul beberapa kendala teknis seperti timbulnya embun pekat yang menyerupai asap dari cerobong, serta keterbatasan volume sampah untuk mencapai kapasitas ideal mesin.

“Mesin ini mampu membakar hingga satu ton sampah per jam tanpa perlu pemilahan. Abu sisa pembakaran nantinya bisa dimanfaatkan kembali menjadi bahan untuk pelet (bricket) atau paving,” jelas Mahajaya.

Ia menambahkan, saat ini tim teknisi tengah melakukan penyempurnaan agar proses pembakaran dapat berlangsung tanpa menghasilkan asap, sehingga lebih ramah lingkungan. Diharapkan pada uji coba berikutnya, performa mesin meningkat dan bisa menjadi solusi nyata untuk persoalan sampah di Klungkung, Bali.

“Teknologi ini buatan Surabaya dan sudah dioperasikan di sejumlah daerah seperti Tangerang Selatan, Banten, dan Blitar. Di sana, hasil uji emisi telah memenuhi standar dan mengantongi izin operasional,” imbuhnya.

Persyaratan Regulasi dan Pengawasan Lebih Ketat

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, I Nyoman Sidang menyampaikan bahwa penggunaan incinerator tetap harus mematuhi regulasi. “Penggunaan incenerator bisa dilakukan, sesuai Permen LHK Nomor 70 Tahun 2016, yang mengatur tentang baku mutu emisi hasil pembakaran sampah domestik,” ungkapnya.

Hanya saja nanti pengawasan lebih ketat saat incinerator digunakan, agar penggunaan mesin tidak menimbulkan dampak lingkungan.

Potensi dan Tantangan Teknis

Mesin incinerator ini memiliki potensi besar dalam mengurangi volume sampah yang menumpuk di TOSS Center. Dengan kemampuan membakar hingga satu ton sampah per jam, mesin ini bisa menjadi solusi yang efisien jika berhasil dioperasikan secara optimal. Namun, tantangan teknis seperti produksi asap dan keterbatasan volume sampah harus segera diatasi agar mesin dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, penggunaan mesin ini juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan. Jika tidak dikelola dengan benar, pembakaran sampah bisa menghasilkan polusi udara yang merugikan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, peningkatan kualitas proses pembakaran menjadi prioritas utama.

Masa Depan Pengelolaan Sampah di Klungkung

Dengan adanya pengembangan teknologi seperti incinerator, Pemkab Klungkung berkomitmen untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membangun masyarakat yang lebih sehat.

Meski ada tantangan awal, harapan besar ditempatkan pada pengembangan teknologi ini. Dengan penyempurnaan dan pengawasan yang ketat, incinerator bisa menjadi alat penting dalam menghadapi masalah sampah di Klungkung.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar