
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
TVRI Resmi Menyiarakan Piala Dunia 2026
Televisi Republik Indonesia (TVRI) telah resmi mendapatkan hak siar untuk menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil setelah pemerintah melalui Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI mencapai kesepakatan dengan FIFA. Kesepakatan ini memastikan bahwa TVRI akan menjadi penyiar resmi turnamen yang akan berlangsung di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, TVRI memiliki hak penuh untuk menyiarkan semua 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Mulai dari fase penyisihan grup hingga laga final yang akan berlangsung selama 39 hari. Seluruh pertandingan akan tersedia secara gratis bagi masyarakat, sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan tanpa terbatas oleh kemampuan ekonomi.
Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno menyampaikan bahwa ini adalah wujud komitmen TVRI dalam menjalankan arahan Presiden bersama pemerintah. Tujuannya adalah untuk menyajikan tayangan olahraga berstandar internasional yang inklusif, mudah diakses, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Proses Pengambilan Hak Siar yang Panjang
Iman menjelaskan bahwa proses pengambilan hak siar Piala Dunia 2026 tidaklah instan. TVRI harus melewati berbagai tahapan dan negosiasi panjang sebelum akhirnya mendapatkan kesepakatan dengan FIFA. Hal ini menunjukkan usaha besar yang dilakukan oleh TVRI untuk memastikan kualitas penyiaran yang baik dan layanan yang optimal bagi masyarakat.
Selain itu, TVRI juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil, dapat menikmati pertandingan secara gratis. Dengan demikian, akses terhadap acara olahraga terbesar dunia ini tidak lagi terbatas oleh lokasi geografis.
Akses ke Tayangan Piala Dunia 2026
Masyarakat yang ingin menonton pertandingan Piala Dunia 2026 melalui platform free to air (FTA) dapat menggunakan antena biasa. Namun, bagi mereka yang ingin menonton melalui platform lain, seperti layanan streaming atau operator pihak ketiga, akan bergantung pada kebijakan dari masing-masing penyedia layanan.
Piala Dunia 2026 akan digelar mulai tanggal 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen ini akan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah sepak bola global. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, Piala Dunia juga dikenal mampu menyatukan orang-orang dari berbagai belahan dunia, memberikan hiburan, serta membangkitkan semangat dan rasa nasionalisme.
TVRI Berupaya Memberikan Pengalaman Terbaik
Iman menegaskan bahwa TVRI akan berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi penonton. Dengan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki, TVRI akan memastikan bahwa penyiaran Piala Dunia 2026 dapat dinikmati dengan kualitas yang maksimal. Hal ini sejalan dengan visi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang bertanggung jawab atas informasi dan hiburan bagi masyarakat Indonesia.
Selain itu, TVRI juga akan melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menonton Piala Dunia 2026. Misalnya, melalui kolaborasi dengan komunitas olahraga lokal atau penyelenggara acara yang berfokus pada olahraga. Dengan begitu, TVRI tidak hanya sekadar menyiarkan pertandingan, tetapi juga ikut berperan dalam memperkuat budaya olahraga di Indonesia.
Kesiapan TVRI untuk Menyongsong Piala Dunia 2026
Seiring dengan penyelesaian kesepakatan dengan FIFA, TVRI kini sedang mempersiapkan segala aspek terkait penyiaran Piala Dunia 2026. Termasuk dalam persiapan ini adalah pelatihan staf, pengadaan peralatan, dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Kesiapan TVRI ini menunjukkan bahwa lembaga penyiaran publik ini benar-benar siap menjadi bagian dari perhelatan besar sepak bola dunia. Dengan dukungan pemerintah dan komitmen yang kuat, TVRI berharap dapat memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar