
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pertemuan Penting antara Presiden AS dan Perdana Menteri Israel
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menerima kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di resor Mar-a-Lago, Florida, pada Senin (29/12). Keduanya membahas sejumlah isu strategis seperti situasi geopolitik global hingga kondisi terkini di Timur Tengah. Pertemuan ini menunjukkan pentingnya hubungan diplomatik antara kedua negara dalam menghadapi tantangan yang kompleks.
Desak Hamas Lucuti Senjata
Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah tuntutan kepada kelompok Hamas untuk melucuti senjata mereka jika ingin melanjutkan pembicaraan damai di Gaza. Trump menegaskan bahwa Hamas harus menanggalkan senjata mereka, dengan ancaman tegas terhadap kelompok Palestina tersebut. Ia menyampaikan bahwa jika Hamas menolak, itu akan sangat buruk bagi mereka.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan prioritas utama Washington adalah melanjutkan fase kedua gencatan senjata. Hal ini termasuk pembentukan pemerintahan teknokratis Palestina dan penempatan pasukan polisi internasional. Namun, warga Palestina di Gaza masih menghadapi keterbatasan akses ke bantuan internasional dan tempat penampungan sementara.
Trump juga menyatakan bahwa Israel sepenuhnya memenuhi komitmennya dalam perjanjian gencatan senjata itu. “Saya 100% tidak khawatir dengan apa pun yang dilakukan Israel,” ujarnya kepada wartawan.
Ancam Iran jika Lanjutkan Program Nuklir
Trump menyatakan bahwa Washington akan melakukan aksi militer lebih lanjut terhadap Iran jika Teheran membangun kembali program nuklir atau kapasitas misilnya. Ia mengatakan, serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu membuka jalan bagi tercapainya gencatan senjata di Gaza. Meski demikian, Trump mengaku mendapatkan informasi bahwa Iran tengah membangun fasilitas nuklir mereka.
“Kita akan menghentikan mereka. Kita akan menghancurkan mereka habis-habisan. Tapi, semoga itu tidak terjadi,” kata Trump. Dalam beberapa pekan terakhir, pejabat Israel mengalihkan perhatian mereka pada program misil Iran dengan alasan bahwa program itu harus ditangani sebelum menjadi ancaman bagi Israel.
Trump Dorong Kerja Sama Israel-Suriah
Salah satu upaya prioritas Trump adalah mendorong kerja sama antara Israel dan Suriah. Sejak jatuhnya mantan Presiden Bashar al-Assad tahun lalu, Israel memperluas pendudukan di Suriah selatan melewati Dataran Tinggi Golan dan merebut wilayah luas di Jabal al-Sheikh. Militer Israel juga melancarkan serangan yang dilaporkan menyebabkan penculikan dan hilangnya sejumlah warga Suriah.
Otoritas baru Pemerintahan Suriah yang dipimpin oleh Ahmed Hussein al-Sharaa menyatakan pihaknya tidak mencari konflik dengan Israel. Sedangkan, pembicaraan untuk mencapai kesepakatan keamanan antara kedua negara saat ini terhenti. “Sekarang, dengan Suriah, Anda memiliki presiden baru. Saya menghormatinya. Dia pria yang sangat kuat, dan itulah yang dibutuhkan di Suriah.”
Trump Sanjung Netanyahu
Sejak awal perang Israel terhadap Gaza, media Amerika Serikat melaporkan para presiden AS, mulai dari Joe Biden hingga Trump, pernah marah atau frustrasi terhadap Netanyahu. Meski demikian, AS tidak pernah menghentikan dukungan militer dan diplomatiknya kepada Israel. Menjelang kunjungan Netanyahu, laporan serupa muncul mengenai kemungkinan ketegangan antara dirinya dan Trump. Namun, pada Senin, kedua pemimpin menampilkan kedekatan persahabatan.
Trump bahkan menyebut Netanyahu sebagai 'pahlawan' dan menekankan bahwa Israel mungkin tidak akan ada tanpa kepemimpinannya saat situasi perang saat ini. “Kami bersama Anda, dan akan terus bersama Anda, dan banyak hal baik terjadi di Timur Tengah,” kata Trump kepada Netanyahu.
Potensi Perang Baru di Lebanon
Sejak dimulainya gencatan senjata di Gaza, Israel meningkatkan serangannya di Lebanon dan memicu kekhawatiran akan dimulainya kembali perang besar. Pemerintah Lebanon pada awal tahun ini juga telah mengeluarkan dekrit untuk melucuti senjata Hizbullah. Namum, Hizbullah bersikukuh mempertahankan persenjataannya untuk membela diri dari Israel.
Saat pertemuannya dengan Netanyahu Senin kemarin, Trump tidak menutup kemungkinan terjadi konflik baru di Lebanon. “Pemerintah Lebanon agak dirugikan dengan Hizbullah. Tapi Hizbullah telah berperilaku buruk, jadi kita lihat apa yang terjadi.”
Komentar
Kirim Komentar