Trump akan tinjau rencana penggabungan Netflix dan Warner Bros

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Trump akan tinjau rencana penggabungan Netflix dan Warner Bros, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Trump akan tinjau rencana penggabungan Netflix dan Warner Bros

Presiden AS Mengambil Peran Langsung dalam Peninjauan Rencana Merger Netflix dan Warner Bros

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan keinginan untuk terlibat langsung dalam proses peninjauan rencana merger antara Netflix dan Warner Bros. Ia menilai bahwa penggabungan dua perusahaan besar di industri hiburan tersebut dapat menciptakan kekhawatiran terkait dominasi pasar. Pernyataan ini disampaikan kepada para jurnalis di Washington setelah pertemuan kabinet. Trump menekankan pentingnya memastikan setiap kesepakatan besar tidak menimbulkan ketimpangan dalam kompetisi industri media.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Trump Ingin Tinjau Langsung Rencana Merger

Dalam wawancaranya dengan wartawan, Trump menyatakan bahwa ia akan terlibat langsung dalam evaluasi rencana merger Netflix dan Warner Bros. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir baru akan diambil setelah analisis menyeluruh dilakukan oleh badan pengawas terkait. "Saya akan memiliki peran dalam proses ini. Kita harus memastikan hal ini baik untuk Amerika, bukan hanya untuk perusahaan-perusahaan besar," ujar Trump.

Pernyataan ini muncul setelah laporan menunjukkan bahwa rencana merger Netflix-Warner bisa menciptakan entitas dengan pangsa pasar streaming yang sangat besar, berpotensi mendominasi industri hiburan digital. Beberapa pengamat menilai langkah Trump menunjukkan ketertarikan administrasi terhadap isu persaingan usaha.

Kekhawatiran atas Dominasi Pasar

Rencana merger tersebut disebut bernilai puluhan miliar dolar AS dan akan menyatukan dua perusahaan dengan basis pelanggan global yang sangat luas. Jika kesepakatan berjalan, entitas gabungan bisa menguasai lebih dari 40 persen pasar layanan streaming di AS. Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Para pengamat menilai, dominasi satu entitas di pasar hiburan digital dapat melemahkan persaingan dan menghambat inovasi.

“Konsolidasi semacam ini menantang prinsip keterbukaan pasar. Bila tidak diawasi, bisa mempersempit ruang bagi pemain baru,” ujar Dr. Amanda Lotz, pakar media dari Queensland University of Technology.

Selain itu, Komisi Perdagangan Federal (FTC) dan Departemen Kehakiman AS (DOJ) kemungkinan akan melakukan peninjauan antitrust menyeluruh atas kesepakatan tersebut. Lembaga-lembaga itu memiliki kewenangan menolak merger yang dianggap merugikan persaingan pasar dan konsumen.

AS Perketat Pengawasan Industri Teknologi dan Media

Langkah Trump untuk ikut campur dalam proses peninjauan bukan hal baru. Pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir diketahui memperketat pengawasan terhadap merger besar, terutama di sektor teknologi dan media. Beberapa kesepakatan sebelumnya, seperti penggabungan antara AT&T dan Time Warner pada 2018, bahkan sempat menghadapi gugatan antitrust panjang.

“Pemerintahan Trump dalam beberapa kasus terbuka untuk meninjau perusahaan-perusahaan besar yang terlalu mendominasi. Pendekatan ini menunjukkan keinginan untuk memastikan keadilan dalam kompetisi,” kata Gene Kimmelman, mantan pejabat Departemen Kehakiman AS.

Keputusan akhir mengenai nasib merger Netflix-Warner Bros kemungkinan baru akan diketahui dalam beberapa bulan mendatang. Proses penilaian resmi dari regulator diperkirakan dimulai segera setelah perusahaan mengajukan dokumen formal ke FTC dan DOJ.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar