Tren PHK Berlanjut, Manajemen SDM Jadi Kunci Keberlanjutan

Tren PHK Berlanjut, Manajemen SDM Jadi Kunci Keberlanjutan

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Tren PHK Berlanjut, Manajemen SDM Jadi Kunci Keberlanjutan menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Peran Manajemen SDM dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi

Founder Eka Jaya Group, Ferry Firmanto, menilai bahwa pengelolaan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Di tengah tren pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih membayangi dunia usaha Indonesia hingga akhir 2025, perusahaan perlu memperhatikan keseimbangan antara efisiensi dan kualitas SDM.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Ferry, tekanan ekonomi mendorong banyak perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja. Namun, perusahaan juga harus menjaga keseimbangan agar tidak mengorbankan kualitas SDM. Dengan pengelolaan SDM yang tepat, perusahaan dapat bertahan dalam kondisi penuh ketidakpastian dan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ketika situasi ekonomi mulai membaik.

"Pengalaman kami menunjukkan, tim yang solid dan memiliki semangat kerja yang baik akan berdampak langsung pada kinerja perusahaan," ujar Ferry.

Strategi Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Ferry menyatakan, di tengah ketidakpastian ekonomi, perusahaan perlu menyeimbangkan langkah efisiensi dengan upaya menjaga motivasi dan keterlibatan karyawan. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar perusahaan tetap bertahan sekaligus memiliki ruang untuk tumbuh ketika kondisi ekonomi mulai membaik.

Namun, dia mengakui tren pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi dunia usaha Indonesia hingga akhir 2025. Tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, pelemahan ekspor, serta kenaikan biaya produksi mendorong banyak perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.

Jumlah Pekerja Terkena PHK Mencapai 79 Ribu Orang

Bila mengacu data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sepanjang Semester I 2025 lebih dari 42 ribu pekerja terdampak PHK. Tekanan tersebut berlanjut pada paruh kedua tahun ini, sehingga secara akumulatif hingga November–Desember 2025, jumlah pekerja yang terkena PHK diperkirakan mencapai sekitar 79 ribu orang.

"Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu meningkatnya PHK, mulai dari melambatnya permintaan global terhadap produk manufaktur, kenaikan biaya energi dan logistik, hingga percepatan otomatisasi di berbagai sektor industri. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh tenaga kerja, tetapi juga berpengaruh pada daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga," ujar Ferry.

Tekanan Ekonomi Masih Menghantam Dunia Usaha

Peneliti Ekonomi Center of Reform on Economic atau CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menjelaskan tren peningkatan PHK sepanjang 2025 mencerminkan tekanan yang masih dirasakan dunia usaha di tengah kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Tren PHK juga tercatat tidak terkonsentrasi pada satu sektor lapangan usaha tertentu. Sebaliknya, gelombang PHK meluas ke berbagai sektor dan industri, menandakan bahwa pemutusan kerja tidak hanya dipicu oleh persoalan spesifik sektoral.

"Kondisi tersebut mengindikasikan faktor eksternal, terutama perlambatan pemulihan ekonomi nasional sepanjang 2025, turut berperan besar dalam mendorong terjadinya PHK. Tekanan biaya usaha, permintaan yang belum sepenuhnya pulih, serta ketidakpastian ekonomi menjadi tantangan yang dihadapi pelaku usaha lintas sektor," kata Ferry.

Dengan tren PHK yang semakin meluas, konsolidasi kebijakan ketenagakerjaan dan pemulihan ekonomi dinilai menjadi kunci untuk menekan dampak sosial dan menjaga stabilitas pasar tenaga kerja ke depan.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Tren PHK Berlanjut, Manajemen SDM Jadi Kunci Keberlanjutan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar