Toyota Rangga Jadi Franggastein: Modifikasi Solo yang Mengagumkan

Toyota Rangga Jadi Franggastein: Modifikasi Solo yang Mengagumkan

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Toyota Rangga Jadi Franggastein: Modifikasi Solo yang Mengagumkan yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Transformasi Toyota Rangga Menjadi Franggastein

JAKARTA, aiotrade
Toyota Rangga, yang dikenal sebagai kendaraan niaga andalan Toyota, telah mengalami transformasi luar biasa berkat tangan dingin Widodo, seorang Punggawa ProRock Engineering di Solo, Jawa Tengah. Awalnya, Widodo berencana untuk menjaga Rangga dalam kondisi standar. Namun, rencananya berubah setelah ia memasang ban dan pelek yang membuat mobil tidak dapat berbelok.

"Awalnya itu mobil enggak mau saya modifikasi terlalu ekstrem, kalau bisa untuk harian. Tapi gara-gara punya ban dan pelek terus saya pasang mentok, enggak bisa belok, dari situ saya mulai potong slebor (inner fender), lama-lama jadi seperti ini," ungkap Widodo kepada aiotrade.

Kehadiran Franggastein yang Unik

Inilah awal mula lahirnya Franggastein, sebuah modifikasi Toyota Rangga yang sudah dirancang sedemikian rupa dengan gaya khas ProRock Engineering. Bagian depan mobil adalah yang paling banyak diubah. Meski masih memiliki siluet Rangga, wajahnya telah dirombak total.

Widodo mengganti grille dengan ciri khas FJ40 (Hard Top) dan merancang sendiri desainnya karena tidak ada Toyota dengan grille floating. "Campur-campur, gril ciri khas FJ40 (Hard Top) pakai itu. Desain sendiri karena enggak ada Toyota yang floating (grille-nya), pisah dari bodinya," jelas Widodo.

Kesulitan dalam Proses Modifikasi

Widodo juga menambahkan lampu sein dari Land Cruiser seri 70, dan mengakui bahwa proses modifikasi wajah mobil ini jauh lebih menantang dibandingkan dengan sekadar modifikasi 4x4. "Proses bikin mukanya jauh lebih susah, karena mengubah desain itu ada seninya. Kalau kurang sreg, saya ubah lagi," tambahnya.

Bagian depan mobil dibuat sepenuhnya dari pelat besi. Untuk memberikan penampilan yang lebih gagah, kap mesin dibuat lebih tinggi, yang mengharuskan Widodo untuk mengganti fender kanan dan kiri agar sesuai dengan desain. "Kap mesin saya naikkan, supaya lebih macho. Jadi itu mengikuti kap, fender pesan baru, dipotong-sambung. Saya beli kok harganya enggak mahal, sayang yang asli kalau dipotong-potong," katanya.

Mesin dan Desain Interior

Di sisi mesin, Widodo mempertahankan standar tetapi melakukan remapping setelah upgrade intercooler. Dia mengganti ban dan pelek untuk kaki-kaki mobil, dengan rencana untuk mengganti suspensi di masa depan. "Buat warnanya itu sudah didiskusikan, bersama mas Yos. Cuma karena banyak nat (lekukan) di mobil, susah ikutinnya (buat bikin livery), ga nyambung, jadi serba susah," ujar Widodo.

Warna dasar yang dipilih adalah off-white yang kekuningan dengan livery yang terinspirasi dari warna klasik Toyota FJ40. "Itu tuh warna-warna Toyota zaman dulu, banyak di Hard Top, sedannya Toyota zaman dulu. Bodinya juga dibongkar total dan ganti warna. Warnanya putih off-white, dia lebih ke kuning, cocok dengan tema retro," ungkap Widodo.

Untuk bagian interior, Widodo menambahkan AC yang sebelumnya tidak ada pada model standar Rangga, serta mengganti jok dengan sandaran kepala dan shifter knob. Meski awalnya berniat mengganti setir, Widodo mengaku masih mencari yang sesuai.

Transformasi yang Mengagumkan

Transformasi Toyota Rangga menjadi Franggastein adalah contoh nyata dari kreativitas dan dedikasi dalam dunia modifikasi otomotif. Widodo telah menciptakan sebuah masterpiece yang tidak hanya tampil menawan, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang kuat dari desain klasik Toyota.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar