Total emisi obligasi-sukuk awal 2026 capai Rp216,97 triliun

Total emisi obligasi-sukuk awal 2026 capai Rp216,97 triliun

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Total emisi obligasi-sukuk awal 2026 capai Rp216,97 triliun. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Jakarta, IDN Times - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun ini mencapai Rp216,97 triliun.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sekretrais Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, pada periode 5-9 Januari 2026 terdapat pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk di pasar modal Indonesia.

Dengan pencatatan tersebut maka total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2025 sebanyak empat emisi dari tiga emiten.

1. Pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk

PT Eagle High Plantations Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 pada Rabu (7/1/2026). Total masing-masing nilai emisi obligasi dan sukuk tersebut Rp210 miliar, dan Rp290 miliar.

"Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi dan sukuk tersebut adalah idA- (Single A Minus) dan idA- sy (Single A Minus Syariah) dengan wali amanat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk," kata Kautsar dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026).

Pada hari yang sama, PT Summarecon Agung Tbk jua menatatkan Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025, dengan nilai nominal sebesar Rp351.960.000.000.

Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk obligasi tersebut adalah idA+ (Single A Plus). Adapun wali amanat dalam aksi korporasi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI.

PT Energi Mega Persada Tbk juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 dengan total nilai nominal sebesar Rp500 miliar di BEI pada hari yang sama. Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk obligasi tersebut adalah idA+ (Single A Plus) dengan wali amanat BRI.

2. Total emisi obligasi dan sukuk

Dengan keseluruhan pencatatan tersebut di awala tahun ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 661 emisi.

"Dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan 134,01 juta dolar AS, yang diterbitkan oleh 136 emiten," ujar Kautsar.

3. SBN dan EBA

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI mencapai 190 seri. Adapun nilai nominalnya sebesar Rp6.484,29 triliun dan 352,10 juta dolar AS.

Selain itu, di BEI juga tercatat sebanyak enam emisi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nilai mencapai Rp3,99 triliun.

IHSG Sepekan Melonjak 2,16 Persen, Sempat Tembus Level 9.000 Aktivitas IPO 2026 Bisa Kerek IHSG, Ini Penyebabnya Yield Obligasi RI Tinggi, CSIS Ungkap Masalah Fiskal

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar