
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Empati dan Kesehatan Mental dalam Karya TXT
Grup K-Pop Tomorrow X Together (TXT) kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu sosial. Kali ini, kelima member yakni Soobin, Yeonjun, Beomgyu, Taehyun, dan Hueningkai berkolaborasi dengan UNICEF dalam kampanye global bertajuk Together for Tomorrow. Kampanye ini fokus pada penghapusan stigma seputar kesehatan mental dan pentingnya percakapan terbuka di kalangan anak muda.
Kampanye ini tidak hanya menjadi proyek sosial, tetapi juga refleksi dari nilai-nilai yang telah lama tertanam dalam karya musik TXT. Taehyun, 23 tahun, menyampaikan bahwa kesehatan mental adalah topik hangat di seluruh dunia, dan musik yang mereka buat juga berbicara tentang empati. Ia menambahkan bahwa pesan kampanye UNICEF dan nilai-nilai yang dipegang grupnya berjalan seiring, terlebih dengan adanya komitmen pendanaan sebesar 4 juta dolar dari label mereka, BIGHIT Music.
Bagi TXT, kesehatan mental bukan sekadar tema musik, tetapi pengalaman pribadi yang nyata. Hueningkai, 23 tahun, mengungkapkan harapan bahwa musik mereka bisa merawat penggemar secara mental dan ada untuk mereka. Ia juga berharap musik mereka bisa menjadi penghibur bagi banyak orang di usia 20-an yang sedang mengalami rasa sakit mental.
Lagu “Panic” sebagai Representasi Perjuangan
Salah satu lagu yang paling kuat dalam mengangkat isu kesehatan mental adalah “Panic”, ditulis dan dibawakan oleh Beomgyu, 24 tahun. Lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang dalam menghadapi rasa takut dan keputusasaan, dengan lirik seperti “Di bawah malam yang gelap / Mari kita tidak tinggal di sini, tapi terus maju / Di hari-hari memar / Setiap langkah yang kita ambil / Kamu dan aku / Akan menemukan jalan kita.”
Hueningkai mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekan mereka juga mengalami perjuangan dan rasa sakit tersebut. Itulah mengapa mereka memutuskan untuk berbicara, agar orang-orang merasa aman untuk menyuarakan pendapat mereka.
Dukungan dari RM BTS
Dalam kesempatan yang sama, Soobin berbagi pengalaman pribadinya saat harus berpidato di kantor UNICEF House di New York pada 30 September 2025 untuk meluncurkan kampanye tersebut. Ia mengaku sempat dilanda kecemasan. “Saya hampir gila karena gugup harus berpidato di depan orang lain,” katanya.
Beruntung, sang leader mendapat dukungan langsung dari RM (Kim Namjoon), pemimpin BTS, yang sebelumnya juga berpidato di Majelis Umum PBB 2018 dalam kampanye “Love Myself”. RM BTS bahkan mengirimkan video yang biasa ia tonton untuk menenangkan diri dan menelepon Soobin sebelum acara dimulai. “Itu sangat melegakan,” ucapnya.
Menjaga Kesehatan Mental Saat Tur Dunia
Dalam tur dunia keempat mereka bertajuk ACT: TOMORROW, TXT juga menekankan pentingnya kesejahteraan diri. Untuk pertama kalinya, setiap anggota menampilkan penampilan solo, memberi mereka ruang untuk berekspresi sekaligus beristirahat sejenak di balik panggung.
Taehyun sempat bercanda bahwa waktu istirahat mereka diisi dengan “mengganti pakaian” berkali-kali. Namun Hueningkai mengatakan, setelah beberapa pertunjukan, mereka bisa saling menyemangati dengan menonton penampilan satu sama lain.
Beomgyu pun mengaku menemukan kebahagiaan sederhana dalam hal yang ia sebut sebagai mental health walk. “Saya biasanya hanya tinggal di hotel selama tur, tapi kali ini berbeda. Saya keluar untuk mengambil foto di setiap kota agar jadi kenangan yang baik,” ujarnya. “Saya jadi tahu warna unik dari setiap kota, satu bulan itu cukup menyenangkan bagi saya.”
Pesan dari TXT
Para anggota TXT menyampaikan pesan kuat melalui kampanye ini. Mereka menyebutkan bahwa empati, kebaikan, dan inklusi membantu mereka membangun hubungan yang lebih kuat dan menemukan jalan ke depan. Dengan banyaknya anak muda saat ini mengalami tantangan kesehatan mental, mereka bangga bergabung dengan UNICEF dalam mendorong anak muda untuk berinteraksi dengan hormat, merayakan keberagaman, dan mendukung teman sebaya yang mungkin merasa terisolasi.
Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell menambahkan bahwa banyak remaja masih menghadapi stigma saat berbicara tentang kesehatan mental mereka. “Pesan empati dan ketahanan dari TOMORROW X TOGETHER menciptakan lebih banyak ruang untuk percakapan kesehatan mental dan membantu membekali kaum muda dengan keterampilan dan kepercayaan diri yang mereka butuhkan untuk berkembang,” ujarnya.
TXT melalui langkah ini sekali lagi menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar grup idola K-pop, tetapi juga suara penting bagi generasi muda yang tengah berjuang memahami diri mereka sendiri. Dengan musik mereka berharap dapat membantu banyak orang menemukan kekuatan untuk terus maju.
Komentar
Kirim Komentar