Tito: Bantuan Beras UEA Tak Kembali, Dikelola Muhammadiyah

Tito: Bantuan Beras UEA Tak Kembali, Dikelola Muhammadiyah

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Tito: Bantuan Beras UEA Tak Kembali, Dikelola Muhammadiyah, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban bencana banjir dan longsor yang awalnya ditujukan kepada Pemerintah Kota Medan kini diserahkan kepada organisasi Muhammadiyah. Bantuan tersebut berupa 30 ton beras, 300 paket sembako, perlengkapan bayi, serta perlengkapan ibadah. Bantuan ini berasal dari organisasi Emirates Red Crescent atau Bulan Sabit Merah UEA.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tito menjelaskan bahwa bantuan awalnya diberikan kepada Pemerintah Kota Medan. Namun, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menyampaikan bahwa belum ada kejelasan mekanisme penerimaan bantuan internasional. Menurut Tito, Rico menganggap bantuan tersebut sebagai bantuan antara pemerintah atau Government to Government (G to G).

“Pak Wali Kota menganggap ini dari bantuan pemerintah, belum ada mekanismenya. Sehingga atas kesepakatan, beras ini diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center,” kata Tito dalam konferensi pers di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Jumat (19/12).

Muhammadiyah saat ini mengoperasikan pusat layanan kemanusiaan di Medan untuk penanganan korban bencana. Tito menjanjikan seluruh bantuan beras di bawah pengelolaan Muhammadiyah akan segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor. “Nanti Muhammadiyah yang akan bagikan ke masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, sebelumnya mengatakan telah mengembalikan bantuan dari UEA karena pemerintah daerah belum memiliki mekanisme untuk menerima bantuan dari pihak asing. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menerima bantuan dari luar negeri.

“Karena memang pemerintah belum ataupun tidak menerima bantuan dari pihak asing. Jadi kita kembalikan dan nantinya bisa dimanfaatkan kembali. Tapi untuk kota Medan tidak menerima dan mengembalikan,” kata Rico, sebagaimana disiarkan oleh Youtube Kompas TV, Jumat (19/12).

Proses Penyerahan Bantuan

Proses penyerahan bantuan ini dilakukan setelah adanya komunikasi antara Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Kota Medan. Tito menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan agar bantuan dapat langsung digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Muhammadiyah dianggap sebagai lembaga yang mampu menyalurkan bantuan secara efektif dan transparan.

  • Penyerahan bantuan dilakukan atas dasar kesepakatan bersama antara pihak pemerintah dan organisasi kemanusiaan.
  • Bantuan yang diterima mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti beras, sembako, serta perlengkapan khusus seperti perlengkapan bayi dan ibadah.
  • Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa bantuan dapat langsung sampai kepada korban bencana tanpa adanya hambatan administratif.

Peran Muhammadiyah dalam Bantuan Kemanusiaan

Muhammadiyah telah menjadi salah satu organisasi yang aktif dalam penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Dengan memiliki struktur yang jelas dan pengalaman dalam operasi kemanusiaan, organisasi ini dipilih sebagai mitra dalam penyaluran bantuan dari UEA.

  • Muhammadiyah memiliki pusat layanan kemanusiaan yang beroperasi di Medan.
  • Organisasi ini juga memiliki tim yang siap menangani berbagai jenis bantuan, baik secara logistik maupun medis.
  • Penyaluran bantuan oleh Muhammadiyah diharapkan dapat berjalan dengan cepat dan tepat sasaran.

Tanggapan dari Wali Kota Medan

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, mengungkapkan alasan mengapa ia memutuskan untuk mengembalikan bantuan dari UEA. Ia menjelaskan bahwa pihaknya belum memiliki mekanisme yang jelas untuk menerima bantuan dari luar negeri.

  • Rico menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak menerima bantuan dari pihak asing.
  • Ia mengatakan bahwa bantuan akan dikembalikan dan kemungkinan akan digunakan oleh pihak lain.
  • Meskipun demikian, Rico tetap berkomitmen untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi melalui jalur yang sudah ada.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar