
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Persiapan Menghadapi Libur Nataru di Kalangan Jasa Sewa Mobil
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), permintaan sewa mobil biasanya mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha rental, khususnya terkait risiko penggelapan kendaraan. Modus yang paling sering terjadi adalah mobil dibawa kabur oleh penyewa, terutama pada skema lepas kunci.
Jenis Penyewa dan Persyaratan yang Berbeda
Kisnanto Hadi Pribowo, Manajer Operasional PT Semesta Bolo Transindo (Sembodo Rent Car), menjelaskan bahwa sewa mobil lepas kunci terbagi menjadi dua kategori, yaitu untuk perusahaan dan perorangan. Ia menyampaikan bahwa meskipun berbeda dari segmen penyewanya, secara umum syarat sewa mobil lepas kunci tetap bertumpu pada kelengkapan dan validitas identitas.
Untuk penyewa dari perusahaan, pihak rental biasanya meminta dokumen legalitas usaha. "Kalau pengajuan dari perusahaan, biasanya kami akan meminta data legalitas perusahaan tersebut, seperti SIUP, NIP, dan TDP. Kemudian kami akan melakukan survei lokasi perusahaan," ujar Bowo.
Sementara itu, untuk penyewa perorangan, prosesnya cenderung lebih detail karena berkaitan langsung dengan data pribadi. "Sedangkan untuk perorangan juga sama, yaitu data-data. Yang membedakan perorangan adalah kami meminta data pribadi, KTP, KK, PBB, dan kami juga meminta mutasi rekening tiga bulan terakhir. Setelah data kami dapat, ada juga survei yang datang ke tempat tinggal calon customer," kata Bowo.
Langkah Keamanan yang Diterapkan
Langkah kehati-hatian serupa juga diterapkan oleh pelaku rental skala kecil. Septian Wulandari, pemilik Wulan Rent Car di Depok, Jawa Barat, menegaskan bahwa survei rumah kini menjadi syarat mutlak. "Sekarang kita wajib survei rumah. Kalau tidak mau disurvei rumahnya, wajib dicurigai. GPS pasti semua rental ada, wajib pokoknya," ucap Wulan.
Teknologi dan Proses Survei sebagai Solusi Utama
Dengan permintaan sewa mobil yang meningkat saat Nataru, penyedia jasa dituntut semakin selektif. Penerapan syarat ketat, survei lapangan, hingga pemanfaatan teknologi seperti GPS menjadi kunci untuk meminimalkan risiko penggelapan, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha rental mobil di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan mobilitas akhir tahun.
Strategi yang Efektif dalam Menghadapi Tantangan
Beberapa strategi yang digunakan oleh pelaku usaha rental antara lain: * Memastikan kelengkapan dokumen legalitas baik untuk perusahaan maupun perorangan. * Melakukan survei lokasi atau rumah calon penyewa untuk memastikan keandalan dan kepercayaan. * Menggunakan teknologi seperti GPS untuk memantau posisi kendaraan secara real-time.
Selain itu, pelaku usaha juga mulai meningkatkan kerja sama dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk memperkuat sistem keamanan dan melacak kemungkinan adanya penggelapan kendaraan.
Kesimpulan
Libur Nataru merupakan momen penting bagi industri sewa mobil, baik untuk pelaku besar maupun kecil. Namun, peningkatan permintaan ini juga membawa risiko yang harus dikelola dengan hati-hati. Dengan penerapan langkah-langkah keamanan yang tepat, pelaku usaha dapat menjaga reputasi dan keberlanjutan bisnis mereka, sekaligus memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi para penyewa.
Komentar
Kirim Komentar