Tiga Perbedaan Fine Dining dan Fine Casual, Santap Mewah dengan Gaya

Tiga Perbedaan Fine Dining dan Fine Casual, Santap Mewah dengan Gaya

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Tiga Perbedaan Fine Dining dan Fine Casual, Santap Mewah dengan Gaya, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.


aiotrade.app
Makan mewah dengan nuansa santai

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Konsep makan mewah atau fine dining sudah sangat dikenal di berbagai belahan dunia. Namun, kini muncul sebuah gaya baru yang disebut sebagai fine casual dining. Meski memiliki kesamaan dengan fine dining, konsep ini menawarkan pengalaman yang lebih santai dan fleksibel.

Menurut Kevindra Soemantri, pengamat restoran sekaligus penulis kuliner, fine casual dining muncul sebagai respons terhadap perubahan preferensi generasi baru.

"Generasi baru lebih suka sesuatu yang kasual. Itu sebabnya muncul genre baru ini, yaitu fine casual dining," ujarnya saat diwawancara di sela acara Marriott International’s Future of Food 2026 di The Westin Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Berikut beberapa perbedaan utama antara fine dining dan fine casual dining:

1. Nuansa Lebih Santai

Meskipun sama-sama mengusung gaya makan mewah, fine casual dining jauh lebih santai dibandingkan fine dining.

Kevindra menjelaskan bahwa tamu tidak dituntut untuk berpakaian formal seperti dalam fine dining.

"Service-nya tidak kaku. Meja tidak perlu pakai taplak putih lagi, jadi lebih kasual," tambahnya.

Namun, meski lebih santai, tamu tetap diminta untuk tampil rapi dan sopan. Pakaian kasual diperbolehkan, asalkan tidak terlalu tidak formal.

2. Jumlah Makanan yang Berbeda

Salah satu hal yang membedakan fine dining dan fine casual dining adalah jumlah hidangan yang disajikan.

Restoran fine dining biasanya menawarkan set menu yang terdiri dari 6 hingga 12 hidangan, termasuk hidangan pembuka, sup, sajian utama, dan hidangan penutup.

Karena itu, bersantap di restoran fine dining bisa memakan waktu hingga berjam-jam.

Sementara itu, fine casual dining menawarkan pilihan set menu serta opsi hidangan satuan (a la carte) yang bisa dipilih oleh tamu. Hal ini membuat pengunjung lebih fleksibel dalam memilih menu sesuai keinginan.

3. Harga yang Tidak Jauh Berbeda

Meski terkesan lebih santai, harga pada fine casual dining tidak jauh berbeda dengan fine dining.

Kevindra menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam harga antara keduanya.

"Bahkan, fine casual dining tidak menawarkan harga murah. Mengingat keduanya sama-sama gaya makan mewah," katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa harga makanan di restoran mewah, seperti di Jepang, tetap tinggi karena bahan baku yang digunakan berkualitas.

"Enggak boleh dimurahin karena harga makanan itu ada hubungannya dengan memberdayakan petani. Jadi mereka punya sense of pride. Bahwa ternyata bahan baku saya bisa dibeli dengan mahal oleh restoran-restoran ini," ujar Kevindra.

Dengan demikian, fine casual dining menjadi alternatif bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman makan mewah tanpa harus terikat aturan formal. Konsep ini menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan kebebasan, sehingga cocok untuk berbagai kalangan.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Tiga Perbedaan Fine Dining dan Fine Casual, Santap Mewah dengan Gaya. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar