Tentang

Tentang "2AM Thoughts" dan "Overthinking" yang Tidak Sepenuhnya Remeh

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Tentang "2AM Thoughts" dan "Overthinking" yang Tidak Sepenuhnya Remeh yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Mengenal Fenomena “2AM Thoughts”

Pernahkah kamu tiba-tiba terjaga di tengah malam, lalu pikiran mulai berkeliaran ke mana-mana? Saat dunia terasa hening, kepala justru terasa paling berisik. Fenomena ini dikenal sebagai “2AM thoughts”.

Istilah tersebut dipopulerkan oleh penulis Makenzie Campbell dalam buku puisinya dengan judul sama. Di buku itu, Campbell menuangkan pikiran-pikirannya seputar cinta, kehilangan, dan penemuan diri yang berkelindan pada pukul dua dini hari.

Dari judul buku puisi itu, “2AM thoughts” pun digunakan untuk menggambarkan momen ketika berbagai kekhawatiran muncul tanpa diundang. Dikutip dari artikel jurnal “The Mind After Midnight: Nocturnal Wakefulness, Behavioral Dysregulation, and Psychopathology”, overthinking atau lewah pikir pada tengah malam disebabkan oleh penurunan fungsi kognitif dan kontrol emosi saat tubuh terjaga.

Pada pukul dua dini hari, tubuh seharusnya memasuki fase sirkadian untuk tidur. Karena terjaga, terjadi perubahan level hormon dan neotransmitter di otak. Alhasil, pikiran yang biasanya mudah teralihkan pada siang hari menjadi lebih bebas dan sulit dikendalikan.

Ditambah lagi, suasana yang hening malam hari membuat seseorang lebih banyak “bertemu” dengan pikirannya sendiri, termasuk kekhawatiran dan ruminasi yang memperkuat kecenderungan lewah pikir.

Pikiran Tengah Malam yang Mengganggu

Tidak semua “2AM thoughts” berbahaya, tapi tetap terasa mengganggu. Pikiran tentang masa depan sering kali muncul karena ketidakpastian, seperti “apakah karier akan berkembang?” atau “kapan mimpi bisa tercapai?”.

Ada juga pikiran soal kekhawatiran sosial, seperti takut salah bicara atau merasa diabaikan. Di era digital, bentuk kekhawatiran ini pun bisa bermacam-macam, mulai dari pesan yang belum dibalas hingga reaksi di media sosial.

Selain itu, ada juga jenis kekhawatiran yang tampak remeh, tapi sering membuat dada sesak, misalnya “Transferan tadi udah masuk belum, ya?” atau “Jangan-jangan uangnya nyangkut?”.

Sekilas, hal itu bukan masalah besar. Namun, di era transaksi digital, kekhawatiran semacam ini cukup umum. Sejumlah pengguna kerap merasa khawatir setelah melakukan transaksi digital pada malam hari ketika koneksi internet tidak stabil. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa dana yang dikirim belum masuk ke penerima atau tertahan di sistem.

Solusi dari DANA untuk Transaksi Digital

Untungnya, pengguna dompet digital, seperti DANA, kini punya solusi lewat fitur Jaminan Anti Pending yang merupakan bagian dari sistem keamanan DANA Protection.

Fitur tersebut hadir untuk menjawab keresahan pengguna soal transaksi yang “nyangkut” atau tertunda tanpa kejelasan. Dengan Jaminan Anti Pending, setiap transaksi antar-pengguna DANA diproses secara real-time. Artinya, uang yang dikirim akan langsung masuk ke akun penerima tanpa perlu menunggu lama. Tak perlu khawatir saldo tertahan di tengah jalan.

Namun, perlu diingat bahwa jaminan ini berlaku khusus untuk pengiriman uang ke sesama pengguna DANA. Sementara itu, untuk transaksi ke rekening bank atau dompet digital lain, prosesnya tetap mengikuti sistem antarbank yang bisa memerlukan waktu lebih lama.

Menariknya, jika terjadi kendala teknis, DANA memastikan saldo pengguna tetap aman dan akan dipulihkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Keamanan dalam Transaksi Digital

Kehadiran fitur itu pun menjadi salah satu bukti komitmen DANA dalam menghadirkan pengalaman transaksi digital yang cepat, transparan, dan bebas drama, dan #AmanDariBadman. Dengan demikian, pengguna bisa tidur lebih nyenyak tanpa dihantui pikiran “transferan nyangkut”.

Dengan fitur seperti Jaminan Anti Pending dari DANA, setidaknya satu dari sekian banyak pikiran tengah malam bisa lebih cepat diredakan. Jadi, ketika dunia mulai hening dan pikiran mulai berisik, kamu bisa berkata pada diri sendiri, “Tenang, transferan di DANA enggak akan nyangkut. Tidur, yuk!”

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar