
Perayaan HUT ke-62 Teater Nasional Medan
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62, Teater Nasional Medan akan menggelar sebuah diskusi budaya penting bertajuk “Menatap Masa Depan Teater di Era Digital.” Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 1 November 2025 pukul 10.00 WIB, menghadirkan dua sosok berpengaruh dalam dunia seni dan jurnalisme Indonesia: Rita Matu Mona dan Bersihar Lubis.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya Teater Nasional Medan untuk menegaskan kembali perannya sebagai lembaga teater tertua di Sumatera Utara yang telah berdiri sejak enam dekade lalu. Tema yang diangkat dianggap sangat relevan, mengingat dunia seni pertunjukan kini tengah beradaptasi dengan arus besar digitalisasi yang mengubah cara produksi, penyajian, dan apresiasi seni.
Rita Matu Mona: Aktris Teater Koma yang Siap Berdialog dengan Medan
Aktris senior Rita Matu Mona, yang dikenal sebagai anggota Teater Koma—kelompok teater legendaris pimpinan Nano Riantiarno—telah memastikan kehadirannya dalam acara tersebut. Dalam konfirmasi kepada panitia, Rita menyampaikan ketertarikannya untuk ikut berdiskusi bersama para pelaku teater Medan.
“Saya bersedia datang. Itu menarik sekali. Kita akan berdiskusi untuk teater di Medan. Teater Nasional sudah memulai langkah yang bagus sekali. Selamat kepada kawan-kawan di Teater Nasional Medan,” ujarnya dengan penuh antusias.
Sebagai aktris dan pelaku teater yang telah berkecimpung selama puluhan tahun, Rita Matu Mona dikenal karena kedalaman ekspresinya di panggung dan kesetiaannya pada dunia teater. Ia banyak terlibat dalam produksi besar Teater Koma yang dikenal menggabungkan satire sosial, kritik politik, dan humor cerdas. Pengalaman panjangnya di dunia teater tradisional maupun modern membuat pandangannya sangat dinantikan dalam diskusi kali ini.
Rita menilai langkah Teater Nasional Medan untuk membuka ruang diskusi di hari ulang tahunnya merupakan inisiatif penting. Menurutnya, di tengah gempuran teknologi dan hiburan digital, panggung teater harus tetap menjadi ruang hidup bagi ekspresi manusia yang paling jujur dan spontan.
Bersihar Lubis: Dari Teater Nasional ke Dunia Jurnalistik
Tokoh lain yang akan tampil dalam diskusi ini adalah Bersihar Lubis, seorang penulis, budayawan, dan wartawan senior Majalah Tempo pada era kepemimpinan Gunawan Muhammad. Sebelum menapaki dunia jurnalistik, Bersihar muda pernah bergiat di Teater Nasional Medan, tempat ia menimba pengalaman seni dan menemukan kepekaannya terhadap realitas sosial.
Dalam sesi diskusi kali ini, Bersihar akan banyak berbicara tentang sejarah dan perjalanan Teater Nasional, dari masa-masa awal hingga kini. Ia juga akan mengulas bagaimana pengalaman teater membentuk kepekaan estetik dan moralnya sebagai jurnalis dan penulis.
“Teater Nasional itu bukan sekadar tempat bermain drama, tapi ruang tempat kami belajar melihat hidup. Dari panggung itu, saya mengenal keberanian, kebersamaan, dan empati,” ujar Bersihar dalam salah satu kesempatan wawancara sebelumnya.
Kehadiran Bersihar menjadi istimewa karena ia akan kembali “pulang” ke ruang yang dulu pernah membentuk pandangan hidupnya. Ia juga diharapkan dapat memberikan refleksi mendalam tentang hubungan antara teater, media, dan kesadaran publik di era digital.
Wan Hidayati: “HUT ke-62 adalah Ruang Refleksi”
Ketua Teater Nasional Medan, Wan Hidayati, mengatakan bahwa momentum ulang tahun ke-62 ini bukan hanya perayaan usia, melainkan juga ajang refleksi dan pembelajaran bagi generasi penerus. “Kami ingin menjadikan HUT ini sebagai ruang dialog lintas generasi. Kehadiran Ibu Rita Matu Mona dan Bang Bersihar Lubis sangat penting untuk meneguhkan semangat kami agar teater di Medan tetap hidup, relevan, dan berakar pada kebersamaan,” ujarnya.
Wan Hidayati menambahkan, kegiatan ini akan diisi pula dengan pameran foto-foto dokumentasi perjalanan Teater Nasional, pemutaran video arsip pementasan klasik, dan pembacaan puisi teater oleh seniman muda. Semua kegiatan tersebut terbuka untuk umum.
Teater di Era Digital: Tradisi yang Menyapa Masa Depan
Tema “Menatap Masa Depan Teater di Era Digital” diangkat untuk menjawab tantangan zaman yang dihadapi para pelaku seni panggung hari ini. Teknologi telah membuka ruang baru bagi teater untuk menjangkau penonton lintas wilayah dan generasi. Namun, di sisi lain, digitalisasi juga menimbulkan dilema: bagaimana menjaga keintiman dan kedalaman emosi yang menjadi ciri khas teater konvensional?
Diskusi ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan antara generasi pendiri teater dan generasi baru yang kini mulai mengekspresikan diri di ruang digital. Dengan kehadiran dua sosok penting seperti Rita Matu Mona dan Bersihar Lubis, Teater Nasional Medan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nyala api seni teater di Sumatera Utara.
Lebih dari sekadar peringatan ulang tahun, kegiatan ini adalah sebuah pernyataan budaya: bahwa teater tetap hidup, relevan, dan terus berevolusi di tengah perubahan zaman.
Komentar
Kirim Komentar