Pemerintah China Akan Menurunkan Tarif Impor untuk Ratusan Jenis Produk
Pemerintah China akan menerapkan tarif impor sementara yang lebih rendah dibandingkan tarif Most Favored Nation (MFN) untuk ratusan jenis produk. Kebijakan ini berlaku mulai Kamis (1/12/2026) dan merupakan bagian dari penyesuaian tahunan terhadap tarif impor. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memperkuat keterkaitan antara pasar domestik dan global, sekaligus memperluas pasokan barang berkualitas ke pasar dalam negeri.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penurunan tarif ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk di pasar China serta mendorong perkembangan sektor perdagangan internasional negara tersebut. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pasar dan sumber daya domestik maupun internasional, serta memperluas pasokan barang berkualitas tinggi.
China Menerapkan Tarif Impor Sementara Lebih Rendah untuk 935 Produk
Komisi Tarif Bea Cukai di bawah Dewan Negara China mengumumkan penerapan tarif impor sementara yang lebih rendah dibandingkan tarif MFN pada 935 produk. Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian tarif tahunan yang dirancang untuk meningkatkan impor produk berkualitas serta mendukung agenda keterbukaan ekonomi tingkat tinggi yang tengah dijalankan pemerintah China.
Komisi Tarif Bea Cukai menyebut bahwa langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara pasar dan sumber daya domestik maupun internasional, serta memperluas pasokan barang berkualitas tinggi. Penyesuaian tarif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan volume impor dan memperkuat keterkaitan ekonomi China dengan pasar global.
“Langkah ini akan membantu meningkatkan impor produk-produk berkualitas,” bunyi pernyataan Komisi Tarif Bea Cukai dalam surat edaran resminya.

Penurunan Tarif Impor China Prioritaskan Material Maju, Baterai, dan Produk Kesehatan
Otoritas tarif China menjelaskan bahwa kebijakan penurunan tarif impor akan difokuskan pada komponen kunci dan material berteknologi tinggi, seperti bantalan hidrolik terkomputerisasi untuk mesin pres serta strip kontak komposit berbentuk khusus. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi bagi sektor manufaktur berteknologi tinggi dan memperkuat daya saing industri dalam negeri.
Daftar produk yang mendapat tarif lebih rendah juga mencakup material untuk baterai litium-ion dan berbagai barang kesehatan. Fokus ini sejalan dengan upaya pemerintah China untuk mendorong pengembangan industri strategis, terutama yang berkaitan dengan teknologi hijau dan kesehatan masyarakat.
Impor yang dapat memperkuat kemandirian teknologi, mendukung transisi hijau, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan menjadi prioritas utama dalam kebijakan tarif baru tersebut. Produk prioritas mencakup material maju, sumber daya hijau, serta barang medis seperti komponen untuk manufaktur berteknologi tinggi, baterai litium-ion, dan peralatan layanan kesehatan.
Penyesuaian tarif juga akan mendukung transisi hijau dengan menurunkan bea masuk untuk black mass daur ulang (material hasil daur ulang baterai litium-ion) dan pirit besi yang belum dipanggang. Pada sektor kesehatan, tarif lebih rendah akan diberlakukan untuk pembuluh darah buatan dan alat diagnostik penyakit menular, sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar layanan kesehatan publik di seluruh negeri.

Analis Menilai Penurunan Tarif China Dorong Konsumsi, Stabilitas Pasar, dan Investasi Jangka Panjang
Sejumlah analis menilai kebijakan penurunan tarif impor China dirancang untuk memperkuat daya beli konsumen dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan impor barang bernilai tambah tinggi. Menurut Anadolu Agency, langkah ini menjadi sinyal pembukaan ekonomi yang terkalibrasi, bertujuan menghubungkan permintaan domestik dengan pasar global sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasokan.
Zhou Mi, peneliti senior dari Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation, menjelaskan bahwa China secara aktif menyesuaikan tarif tahunannya sebagai respons terhadap dinamika eksternal. Ia menilai kebijakan baru ini mengirimkan sinyal kebijakan yang jelas serta meningkatkan stabilitas ekspektasi pasar.
“Dengan mengumumkan jadwal tarif tahun depan lebih awal, kebijakan ini akan memungkinkan importir domestik dan eksportir asing yang tertarik pada pasar China untuk mengantisipasi level tarif mendatang secara akurat, menilai biaya secara efektif, mengurangi ketidakpastian, serta secara proaktif merencanakan dan meningkatkan kapasitas pasokan mereka,” ujar Zhou, dikutip China Daily.
Presiden Henkel China, Anna An, menyebut perubahan tarif tersebut memberi sinyal positif bagi investor jangka panjang. Menurutnya, langkah-langkah keterbukaan ini membantu memetakan jalan yang lebih jelas menuju pembangunan berkualitas tinggi.

Komentar
Kirim Komentar