
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penjualan Mobil Tahun Ini Diperkirakan Turun Drastis
Target penjualan mobil di Indonesia kembali meleset pada tahun 2025, meskipun telah direvisi turun menjadi 780.000 unit. Pemerintah memproyeksikan bahwa penjualan kendaraan roda empat hanya akan mencapai sekitar 775.000 unit hingga akhir tahun ini, jauh dari target awal yang ditetapkan sebesar 900.000 unit. Hal ini menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam kinerja industri otomotif.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan bahwa total penjualan dari pabrik ke dealer mencapai 74.252 unit pada bulan lalu. Dengan demikian, Kementerian Perindustrian menghitung rata-rata penjualan mobil hanya sekitar 65.000 unit per bulan selama periode Januari-November 2025. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Setia Diarta, menyampaikan bahwa penjualan mobil tahun ini akan sulit mencapai angka 800.000 unit. Ia memperkirakan bahwa total penjualan mobil pada tahun ini hanya sekitar 775.000 unit.
Secara umum, Gaikindo mencatat bahwa total penjualan mobil pada Januari-November 2025 mengalami penurunan sebesar 9,64% secara tahunan. Angka tersebut turun dari 785.917 unit pada 11 bulan pertama tahun 2024 menjadi 710.084 unit. Setia menjelaskan bahwa penurunan penjualan ini menyebabkan pertumbuhan industri alat angkut juga mengalami penurunan sebesar 1,95% secara tahunan pada Januari-September 2025.
Sebelumnya, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin, Sopar Halomoan Sirait, meramalkan bahwa penjualan mobil pada bulan ini akan kembali mengalami penurunan secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh anjloknya produksi ban pada bulan ini sebesar 23% secara tahunan, meskipun harga karet global mengalami penurunan sebesar 10,7%.
"Industri ban dalam negeri kini melemah akibat pelemahan yang dirasakan industri otomotif. Ini yang menyebabkan Indeks Kepercayaan Industri di ekosistem industri karet turun," ujar Sopar.
Selain industri karet, Sopar juga menyebutkan bahwa industri plastik mengalami pelemahan pada akhir tahun ini. Pertumbuhan industri plastik hingga akhir tahun ini diproyeksikan hanya mencapai 8%, yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang setidaknya sebesar 10%. Menurut Sopar, perlambatan performa industri plastik disebabkan oleh pelemahan permintaan plastik lembaran.
Plastik lembaran digunakan dalam berbagai bidang usaha seperti konstruksi, pengemasan, periklanan, otomotif, hingga furnitur. "Penurunan plastik hillis, khususnya plastik lembaran, terlihat dari penurunan permintaan bahan baku berupa resin baru maupun daur ulang dari sektor tersebut," tambahnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Industri
Beberapa faktor utama yang memengaruhi penurunan penjualan mobil dan industri pendukung seperti ban serta plastik adalah:
- Kurangnya permintaan pasar: Permintaan terhadap kendaraan bermotor dan komponen pendukung seperti ban dan plastik menurun akibat situasi ekonomi yang tidak stabil.
- Pengurangan produksi: Produksi ban mengalami penurunan drastis, yang berdampak pada kelangkaan pasokan untuk industri otomotif.
- Harga bahan baku yang fluktuatif: Harga karet global turun, tetapi tidak cukup untuk mengimbangi penurunan produksi dan permintaan.
- Ketidakpastian ekonomi: Ketidakpastian ekonomi membuat masyarakat enggan melakukan pembelian besar-besaran, termasuk mobil dan barang konsumsi lainnya.
Dampak Terhadap Ekosistem Industri
Penurunan penjualan mobil dan industri pendukung memiliki dampak yang luas terhadap ekosistem industri di Indonesia. Beberapa sektor yang terkena dampak antara lain:
- Industri otomotif: Penurunan penjualan mobil berdampak langsung pada kinerja pabrik dan distributor.
- Industri ban: Produksi ban turun drastis, sehingga mengurangi pasokan untuk industri otomotif.
- Industri plastik: Penurunan permintaan plastik lembaran menyebabkan perlambatan pertumbuhan industri plastik.
Dengan situasi yang semakin memburuk, diperlukan strategi yang lebih efektif untuk memulihkan kinerja industri otomotif dan sektor pendukung lainnya. Pemerintah dan pelaku industri harus bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi dan industri di Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar