Tanam 50.000 Bibit Nilam Dorong Ekonomi Hijau dan Konservasi di Bogor

Tanam 50.000 Bibit Nilam Dorong Ekonomi Hijau dan Konservasi di Bogor

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Tanam 50.000 Bibit Nilam Dorong Ekonomi Hijau dan Konservasi di Bogor, berikut adalah fakta yang berhasil kami rangkum dari lapangan.


aiotrade, BOGOR - BRI Insurance menggelar aksi penanaman lebih dari 50.000 bibit pohon nilam, pohon buah, serta tanaman keras pencegah erosi di lahan seluas 1,5 hektare yang dikelola Yayasan Konservasi dan Inovasi Alfatih di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Aksi tanam tersebut menjadi wujud konsistensi BRI Insurance dalam memperkuat penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui program CSR di bidang lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

CEO BRI Insurance, Budi Legowo, mengatakan inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. “Pohon nilam memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai tanaman atsiri, sementara pohon buah dan tanaman keras berfungsi mencegah erosi serta menjaga keseimbangan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Budi, kawasan lereng gunung seperti Cigombong memiliki kerentanan tinggi terhadap erosi dan longsor akibat curah hujan yang tinggi serta minimnya vegetasi penahan tanah. Oleh karena itu, penghijauan berbasis tanaman produktif dinilai menjadi solusi yang relevan bagi pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Yayasan Konservasi dan Inovasi Alfatih, Indra Gunawan, mengapresiasi langkah BRI Insurance tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit pohon nilam, pohon buah, dan tanaman keras lainnya. Kami berharap program ini dapat memberikan hasil jangka panjang dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Alfatih Atsiri Research & Development, Iwan Parta, menyebut kawasan Cigombong memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra pembibitan dan budidaya nilam. “Dukungan CSR BRI Insurance menjadi energi penting bagi riset, pengembangan nursery, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kami optimistis dapat membangun model pemberdayaan yang terintegrasi dengan konservasi hutan,” pungkasnya.

Tujuan dan Manfaat Program Penghijauan

Program ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:

  • Meningkatkan kualitas lingkungan dengan menanam pohon yang mampu mencegah erosi dan menjaga keseimbangan ekosistem.
  • Meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar melalui penanaman tanaman produktif seperti pohon nilam dan buah-buahan.
  • Memperkuat konsep ESG dalam operasional perusahaan, khususnya dalam bidang lingkungan dan sosial.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya melestarikan alam dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Peran Pohon Nilam dalam Ekonomi Hijau

Pohon nilam memiliki peran penting dalam ekonomi hijau karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman ini digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri yang banyak diminati oleh industri kosmetik dan farmasi. Dengan menanam pohon nilam, masyarakat dapat memperoleh pendapatan tambahan yang berkelanjutan.

Selain itu, pohon nilam juga membantu menjaga kualitas tanah dan mencegah erosi. Hal ini sangat penting di daerah dengan topografi curam seperti Cigombong, yang rentan terhadap longsoran dan banjir.

Kerjasama yang Berkelanjutan

Kerjasama antara BRI Insurance dan Yayasan Konservasi dan Inovasi Alfatih diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:

  • Pelatihan kepada masyarakat tentang cara merawat tanaman produktif.
  • Penyediaan infrastruktur pendukung seperti nursery dan sistem irigasi.
  • Pemantauan berkala untuk memastikan keberhasilan tanaman dan perkembangan ekosistem.

Dengan kolaborasi yang baik, program ini diharapkan menjadi contoh nyata dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Tanam 50.000 Bibit Nilam Dorong Ekonomi Hijau dan Konservasi di Bogor. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar