Tahun Penuh Perubahan, 5 Momentum Ekonomi Penting 2025

Tahun Penuh Perubahan, 5 Momentum Ekonomi Penting 2025

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Tahun Penuh Perubahan, 5 Momentum Ekonomi Penting 2025 menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peristiwa Ekonomi Penting yang Membentuk Jalannya Perekonomian Indonesia pada Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh dinamika bagi perekonomian Indonesia. Berbagai peristiwa ekonomi penting memengaruhi arah pertumbuhan dan stabilitas sektor keuangan, pasar modal, serta nilai tukar rupiah. Dari perubahan di pucuk pimpinan ekonomi hingga kebijakan fiskal, berikut adalah lima peristiwa utama yang menonjol sepanjang tahun ini.

Trading Halt Pasar Saham

Pada hari Selasa (18/3/2025), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 5 persen. Pembekuan terjadi sekitar pukul 11.19 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

Langkah ini diambil untuk mengendalikan volatilitas pasar dan memberi ruang bagi investor merespons informasi secara seimbang. BEI menyatakan bahwa pembekuan dilakukan sesuai Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00024/BEI/03-2020 tertanggal 10 Maret 2020. Perdagangan kembali dibuka pada pukul 11.49 tanpa perubahan jadwal.

Trading halt ini merupakan langkah serupa yang pernah diterapkan selama pandemi Covid-19, dengan tujuan menjaga stabilitas pasar dan mencegah penurunan lebih lanjut.

Rupiah Tembus 17.000 per Dollar AS

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah muncul kembali pada kuartal II-2025. Setelah libur Lebaran, rupiah melemah tajam di pasar Non Deliverable Forward (NDF). Pada Senin (7/4/2025), kontrak NDF mencatat kurs Rp 17.171 per dollar AS, melemah 148 poin dari level sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi akibat penguatan dollar AS dan kekhawatiran resesi global. Perang dagang juga turut memperburuk sentimen pasar. Level tersebut menjadi yang terburuk di pasar forward offshore, bahkan lebih rendah dibanding rekor saat pandemi Covid-19 dan krisis moneter 1998.

Pergantian Menteri Keuangan

Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin (8/9/2025). Pelantikan dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta. Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati, dan keputusan pengangkatan tertuang dalam Keppres Nomor 86P Tahun 2025.

Purbaya memiliki latar belakang akademik dan teknokrat. Ia lulusan Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar magister serta doktor ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat. Karierinya meliputi sektor energi, pasar modal, riset ekonomi, hingga pemerintahan. Sebelum menjabat Menkeu, Purbaya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan sejak 2020.

Penempatan Dana Rp 200 Triliun ke Perbankan

Pemerintah menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan nasional mulai Jumat (12/9/2025). Kebijakan ini diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025. Tujuan dari langkah ini adalah memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit.

Menkeu Purbaya menyatakan bahwa dana tersebut berasal dari dana pemerintah yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa dana ini bukan berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau dana darurat. Dana disalurkan ke Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing menerima Rp 55 triliun. BTN memperoleh Rp 25 triliun. BSI menerima Rp 10 triliun.

IHSG Cetak Rekor Tertinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor penutupan tertinggi pada Senin (8/12/2025). IHSG ditutup di level 8.710,695 atau naik 0,90 persen. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak stabil di zona hijau. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi Rp 16.034,693 triliun.

Sepanjang 2025, IHSG mencatat rekor all time high sebanyak 22 kali. Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut sebagian besar rekor terjadi setelah pergantian menteri keuangan. Ia juga menambahkan bahwa IHSG menembus level psikologis 8.000 untuk pertama kalinya pada periode tersebut.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Tahun Penuh Perubahan, 5 Momentum Ekonomi Penting 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar