Strategi OJK Kuatkan Pasar Modal RI 2026 Di Tengah Ketidakpastian Global

Strategi OJK Kuatkan Pasar Modal RI 2026 Di Tengah Ketidakpastian Global

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Strategi OJK Kuatkan Pasar Modal RI 2026 Di Tengah Ketidakpastian Global menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


JAKARTA, aiotrade
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia pada 2026. Meskipun dinamika global masih dibayangi volatilitas suku bunga, fluktuasi harga komoditas, serta ketidakpastian geopolitik, OJK melihat potensi yang cukup besar untuk pertumbuhan pasar modal nasional.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dengan fundamental ekonomi yang dinilai solid, OJK yakin bahwa Indonesia memiliki ruang yang cukup untuk melanjutkan penguatan kinerja pasar modal secara berkelanjutan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menekankan bahwa kekuatan fundamental ekonomi menjadi penopang utama ketahanan pasar modal nasional.

“Memasuki tahun 2026 terdapat sejumlah peluang yang dapat kita manfaatkan sekaligus tantangan yang perlu kita antisipasi secara global,” ujar Inarno dalam penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, volatilitas pasar akan terus dipengaruhi oleh perkembangan suku bunga global, dinamika harga komoditas, serta kondisi geopolitik. Namun, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan terjaga. Dengan kondisi tersebut, Indonesia memiliki ruang yang memadai untuk melanjutkan penguatan kinerja pasar modal secara berkesinambungan, bahkan di tengah tekanan eksternal yang belum sepenuhnya mereda.

Untuk menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang tersebut, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) telah menyusun sejumlah prioritas pengembangan pasar modal pada 2026. Fokus kebijakan diarahkan pada beberapa aspek penting, antara lain:

  • Pendalaman pasar: Meningkatkan kedalaman dan luasnya partisipasi investor dalam pasar modal.
  • Peningkatan keamanan siber: Memastikan perlindungan sistem dan data keuangan dari ancaman digital.
  • Penguatan integritas pasar: Menjaga transparansi dan keadilan dalam operasional pasar.
  • Penguatan kapasitas pelaku usaha jasa keuangan: Meningkatkan kemampuan dan profesionalisme pelaku industri.
  • Pengembangan keuangan berkelanjutan: Mengedepankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam investasi.

Selain itu, OJK juga mendorong kolaborasi lintas lembaga agar kebijakan pasar modal berjalan selaras dan saling memperkuat. Sinergi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan pasar keuangan nasional.

“Berbagai program prioritas ini tentunya tidak dapat dicapai tanpa dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang istimewa ini kami mengimbau agar kita dapat terus menjaga sinergi yang baik di antara regulator, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia,” papar Inarno.

Ia pun mengajak seluruh regulator, pelaku industri, dan pemangku kepentingan pasar modal untuk terus menjaga sinergi yang telah terbangun. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar pasar modal Indonesia tetap inklusif, berdaya saing, dan tangguh menghadapi tekanan global.

“Mari bersama-sama kita bangun pasar modal Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan. Pasar modal yang kuat adalah fondasi yang kokoh untuk mewujudkan Indonesia Emas,” ujarnya.

Pesan optimisme tersebut disampaikan Inarno dalam sambutan penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2025. Ia berharap, pada 2026 mendatang, sinergi antara otoritas dan pelaku pasar dapat berjalan lebih solid dan optimal.

“Semoga tahun depan kita mencapai sinergi yang lebih baik dan juga lebih optimal. Maju terus pasar modal Indonesia,” lanjutnya.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Strategi OJK Kuatkan Pasar Modal RI 2026 Di Tengah Ketidakpastian Global ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar