SRGF 2025 Dibuka, Danau Ranau Jadi Panggung Wisata, Budaya, dan Ekonomi OKU Selatan

SRGF 2025 Dibuka, Danau Ranau Jadi Panggung Wisata, Budaya, dan Ekonomi OKU Selatan

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik SRGF 2025 Dibuka, Danau Ranau Jadi Panggung Wisata, Budaya, dan Ekonomi OKU Selatan. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.
SRGF 2025 Dibuka, Danau Ranau Jadi Panggung Wisata, Budaya, dan Ekonomi OKU Selatan

Peran Danau Ranau dalam Pariwisata dan Ekonomi Sumsel

Danau Ranau kembali menjadi pusat perhatian di Nusantara, terutama setelah Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi membuka Sriwijaya Ranau Grand Fondo (SRGF) 2025. Acara ini menarik ribuan peserta dari berbagai provinsi, menjadikan kawasan ikon Danau Ranau di Banding Agung, OKU Selatan, sebagai pusat aktivitas wisata, budaya, dan sport tourism terbesar di Sumsel tahun ini.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Gubernur Herman Deru menekankan bahwa SRGF bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga sarana rekreasi yang dapat menarik lebih banyak wisatawan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan perekonomian masyarakat OKU Selatan dan Sumsel dapat meningkat.

"Semoga dengan adanya kegiatan SRGF ini dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat OKU Selatan dan Sumsel," ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa Festival Danau Ranau (FDR) bukan sekadar panggung seni, tetapi wujud rasa syukur atas karunia alam luar biasa yang dimiliki Sumatera Selatan, khususnya OKU Selatan. Festival ini menampilkan kekayaan seluruh kabupaten/kota, sebagai bentuk kecintaan kepada Allah SWT atas anugerah besar Danau Ranau, danau terluas kedua setelah Danau Toba dengan luas 125 km².

Danau Ranau telah memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat Sumsel. Aliran airnya yang bermuara ke Sungai Saka Selabung hingga Sungai Komering telah mengairi puluhan ribu hektare sawah dan menjadikan Sumsel berada pada posisi lima besar penyangga pangan nasional.

Lebih jauh, Herman Deru mengapresiasi masyarakat OKU Selatan karena berhasil menjaga kelestarian alam sehingga debit air danau tetap stabil. Ia juga menyebut bahwa kawasan ini segera memasuki babak baru sebagai pusat energi panas bumi, yang sedang memasuki tahap eksplorasi dan eksploitasi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si, menjelaskan bahwa penyelenggaraan FDR dan SRGF merupakan bentuk komitmen Pemprov Sumsel menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan kekuatan sport tourism. “SRGF dan FDR adalah bagian dari strategi memajukan sport tourism sebagai sektor unggulan yang mendongkrak ekonomi masyarakat, UMKM, homestay, transportasi, hingga ekonomi kreatif,” jelas Pandji.

Tahun ini, antusias peserta meningkat pesat. Hingga malam sebelum pelaksanaan, sebanyak kurang lebih 1.863 peserta telah terdaftar melalui link resmi. Jumlah tersebut belum termasuk peserta yang hadir langsung tanpa melakukan registrasi online. "Mereka berasal dari 17 provinsi di Indonesia, menjadikan SRGF 2025 salah satu event sport tourism terbesar di Sumsel," bebernya.

Pandji berharap para peserta dan wisatawan tak hanya menikmati jalur sepeda, tetapi juga panorama Danau Ranau, keramahan masyarakat, dan ragam budaya lokal yang menjadi ciri khas bumi Serasan Seandanan.

Kehadiran SRGF dan FDR tahun ini mempertegas peran Danau Ranau bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga penggerak ekonomi dan sumber kehidupan masyarakat. Mulai dari sektor pertanian yang bergantung pada aliran Sungai Komering, UMKM yang berkembang berkat aktivitas wisata, hingga rencana pemanfaatan potensi panas bumi semuanya menjadikan Danau Ranau sebagai aset strategis Sumatera Selatan.

Baik pemerintah provinsi maupun Kabupaten OKU Selatan berharap SRGF dan FDR dapat terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya. Event ini diproyeksikan menjadi daya tarik utama yang mampu menggaet wisatawan domestik maupun mancanegara ke Danau Ranau.

Dengan kombinasi pesona alam, seni budaya, dan aktivitas olahraga berkelas nasional, Danau Ranau semakin mantap menjadi ikon pariwisata Sumatera Selatan.



Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar